Gw tergolong siswa cerdas pada waktu itu, waktu disaat gw kelas tiga kredibilitas gw dalam belajar rerlu di perhitungkan. Gw sering tu dapat nilai paling yahud (bagus) di ulangan-ulangan (pretest) gw. Tp gw ga bakal ngomongin kalo gw pinter waktu itu, tp gw mo ngomongin keadaan waktu ulangan, hahah najis gw nersong (narsis). Disaat diadain ulangan IPS ama guru, gw ngerti disaat itu cukup memeras keringat untuk menjawab soal-soal dari guru. Nahhhhh ini kejadianya, dipertengahan gw ngerjain gw tu ngrasa bau PUP. Gw tanyain tu ama kedul yang notabennya temen sebangu gw, dul lu ngrasa nyium bau tai’ ga? Jawab kedul, iya gw nyium bau tai’. Nah mulai itu smu murid riuh saling nuduh. Tapi gw emang udah nebak kalo yang pup si kedul, gimana ga nuduh, baunya saja kayakorang ga pernah pup slama seminggu *bayangin*. Gw jitak tu kepalenya kedul sambil bisik-bisik, gw introgasi dia, tapi teteeeeep saja dia ga ngaku. Hahaha.. trus guru bilang, “siapa yang pup dicelana?”. Wuis kedul paling ngotot kalo yang pup dicelana itu si borok. hahahahaha. Sampai sudah bel bunyi tanda pulang. Seperti biasa, geng cuin (gw, kedul, gendud) cabut wat pulang bareng-bareng pak sepeda ontel masing-masing. layaknya anak kecil yang bertingkah kesetanan kayak reog yang naek sepeda, kita jumping-jumpingin tu sepeda. disaat itulah kedul ngaku kalo tadi yang pup itu dia. Wah songong, gimana ga ngaku kalo memang dia sudah kepalang basah karena pup’nya jatuh dari celana. Hahahahahahahahahahaha
Anggota baru nginjek anak kucing
GW Kelas Satu SD
Gw punya temen dalam kelas namanya Ridlo Mubarok, dia popular dan kocakdidalam kelas karena itu banyak temen yang mau duduk sebangku ama dia. Termasuk gw, kedul, ama gendud. Karena temen-temen gw pada takut ma gendud makanya yang boleh duduk semeja ama anak emas (Ridlo) hanya gw, kedul ma gendud. Nahh kita gilir tu jadwal duduknya. Sehari buat gw, sehari buat kedul, sehari buat gendud. Gw juga bingung ngapa gw waktu itu ngarep banget duduk ama ridlo, bukanya hombreng ( homo) tapi mungkin karena karakter dia yang lucu kali. Oiya gw lupa, gw sekolah di SD N I Ngawonggo 2. gw lanjutin critanya, disaat jadwal gw duduk ama ridlo yang punya panggilan “borok”, ga ngerti kenapa gendud nyidam juga pingin duduk ama borok. Nah ga trima kan gw, kita trus berantem tu, ampe gw nangis. Lalu gw ma gendud dibawa ama bu Sum ke kantor buat disidang. Di tanyain tu gw ama gendud, ditanya inilah itulah dikasih beginilah begitulah, ah ga ngerti ocehan itu karena gw ahsyik mendendangkan puisi sederhana.
Huwaaaaaaaaaa hiks. . .
Huwaaaaaaaaaa hiks
Hiks huwaaaaaaaaaa . . . .
Hiks hiks hiks ,……
Huwwwaaaaaaaaaaa
( narik ingus )
Huwaaaaaaa ……. Hiks . .
Ø bagus ya puisi gw J
setelah omelan bu sum kelar, berhenti puisi gw. Disuruh jabat tangan gw ama gendud. Setelah gw keluar si kedul malah cengengesan ngledek gw. Lalu gw, kedul ama gendud janji buat ga duduk ama borok.
NIKMATNYA MENCARI ILMU
Begadangku demi merengkuh ilmu semata, lebih terasa lezat dari mengunjungi orang kaya dan berkalung perhiasan yang indah rupa.
Goresan penaku di atas kertas-kertas, lebih manis dari kasih dan rindu yang deras.
Lebih nikmat dari undangan gadis yang sedang sendiri dan merindu, adalah persetubuhanku dengn debu yang menempel di buku.
Kesuntukanku untuk melepas tali kesulitan dalam belajar, lebih menyegarkan bagiku daripada meminum arak pasar.
Aku selalu berjaga sepanjang malam, sedang engkau mengisinya dengan tidur berkepanjangan, kenapa engkau berharap sesuatu yg ku dapat?
Rasakan sendiri. NIKMATNYA MENCARI ILMU.
Klaten, 3 Juni 2009
Goresan penaku di atas kertas-kertas, lebih manis dari kasih dan rindu yang deras.
Lebih nikmat dari undangan gadis yang sedang sendiri dan merindu, adalah persetubuhanku dengn debu yang menempel di buku.
Kesuntukanku untuk melepas tali kesulitan dalam belajar, lebih menyegarkan bagiku daripada meminum arak pasar.
Aku selalu berjaga sepanjang malam, sedang engkau mengisinya dengan tidur berkepanjangan, kenapa engkau berharap sesuatu yg ku dapat?
Rasakan sendiri. NIKMATNYA MENCARI ILMU.
Klaten, 3 Juni 2009
Tulisan Pertamaku Setelah Belajar Politik
Indonesia pasca orba.
Ditandai 0leh terpecahnya kelompok-kelompok sosial karena perbedaan kepentingan, sedang otoritas lembaga politik sangat rapuh, akibatnya pemerintah tidak dapat menjalankan fungsinya.
Secara faktual adalah terjadinya gap antara elit dan massa dalam hal pngetahuan, kesadaran dan ktrampilan berpolitik.
Kelas elit yang berjumlah sedikit namun cakap, dia memonopoli dan menikmati keuntungan secara sepihak.
Sedang massa yg cenderung banyak, dia hanya menjadi alat untuk mencapai tujuan kekuasaan para elit.
Adanya gap ini menimbulkan otoritarianisme elit krn memang kelompok massa tdk bisa menjadi kontrol perilaku elitnya.
Disinilah awal pembusukan politik, dan pembusukan sistem yang terjadi sampai sekarang.
Karena massa memang terlalu acuh terhadap sistem yang ada. Sehingga sistem yang dibuat pemerintah itu membodohkan massa. karen memang sistem itu tidak pernah memberikan ruang kepada massa untuk memiliki pengetahuan, kesadaran dan ketrampilan politik.
Sehingga Massa hanyalah obyek untuk kepentingan kekuasaan mereka.
Seperti yang terjadi dalam pendidikan yg kita jalani. Tapi kita kurang jeli dalam menyadari itu.
Marilah kita sebagai individu yang berpendidikan untuk menjadi kontrol dan harus bisa menginvestasikan massa sebagai alat menuju demokrasi yang lebih baik.
Yaitu dengan sosialisasi politik yg bervisi, berkarakter, dan berperspektif.
Hanya untuk mendorong kesadaran dan kecakapan politik warga, agar juga memiliki kompetensi untuk berpartisipasi didalam mewujudkan ideologi bangsa yang benar-benar solid..
Bismillah . .
Klaten, 16 Mei 2009
Terima kasih telah membaca artikel: Tulisan Pertamaku Setelah Belajar Politik
Ditandai 0leh terpecahnya kelompok-kelompok sosial karena perbedaan kepentingan, sedang otoritas lembaga politik sangat rapuh, akibatnya pemerintah tidak dapat menjalankan fungsinya.
Secara faktual adalah terjadinya gap antara elit dan massa dalam hal pngetahuan, kesadaran dan ktrampilan berpolitik.
Kelas elit yang berjumlah sedikit namun cakap, dia memonopoli dan menikmati keuntungan secara sepihak.
Sedang massa yg cenderung banyak, dia hanya menjadi alat untuk mencapai tujuan kekuasaan para elit.
Adanya gap ini menimbulkan otoritarianisme elit krn memang kelompok massa tdk bisa menjadi kontrol perilaku elitnya.
Disinilah awal pembusukan politik, dan pembusukan sistem yang terjadi sampai sekarang.
Karena massa memang terlalu acuh terhadap sistem yang ada. Sehingga sistem yang dibuat pemerintah itu membodohkan massa. karen memang sistem itu tidak pernah memberikan ruang kepada massa untuk memiliki pengetahuan, kesadaran dan ketrampilan politik.
Sehingga Massa hanyalah obyek untuk kepentingan kekuasaan mereka.
Seperti yang terjadi dalam pendidikan yg kita jalani. Tapi kita kurang jeli dalam menyadari itu.
Marilah kita sebagai individu yang berpendidikan untuk menjadi kontrol dan harus bisa menginvestasikan massa sebagai alat menuju demokrasi yang lebih baik.
Yaitu dengan sosialisasi politik yg bervisi, berkarakter, dan berperspektif.
Hanya untuk mendorong kesadaran dan kecakapan politik warga, agar juga memiliki kompetensi untuk berpartisipasi didalam mewujudkan ideologi bangsa yang benar-benar solid..
Bismillah . .
Klaten, 16 Mei 2009
Terima kasih telah membaca artikel: Tulisan Pertamaku Setelah Belajar Politik
ANALOGI
Kecilku berbeda dengan dewasaku, aku bukan sekedar anak timun yang suatu saat bisa menjadi nikmat dan siap untuk lalapan. Aku adalah anak manusia yang sempat menjadi anak kecil yang makan dengan air susu ibu. Kesiapan bagaimana disaat aku tidakbisa menawan masa kecilku. Apa aku harus berteriak lantang kemudian aku tersenyum karena kebaikan kedewasaanku kian terwujud. Siang pun kini menjadi sore menjadi gelap dan aku menemukan pagi. Yang setidaknya pagi adalah saat berfikirku disaat aku memupuk cahaya agar kelak cahaya itu tidak akan memudar. Inilah kecilku menjadi sama dengan dewasa.
SAHABATKU DIA HITAM
Masi ingat tow dengan Kedul (Miftahul Barokah) dia anak dari Ismail Jimin dan Sandiyem. Ismail Jimin yang punya tanda tangan angka satu dan tanda kurang/streep ( 1- ) dan bekerja sebagai tukang becak yang kuat, emak kedul bekerja dirumah nungguin toko. Oleh kedul becak babenya di cat ga jelas ama kedul, mungkin kalo ada penumpang yang kebingungan nyari dimana tempat mangkal becak yang warnanya pelangi, itu akan lebih gampang dicari. Ga sampe disitu, setelah dicat warna pelangi warna-warni ga jelas terus babenya malah ikud nge’cat becaknya dengan kata “TIMBANG DOLAN” (ind. Daripada main) WAW apresiasi seninya gede banget. Bukan kedul kalo emaknya ga sering dia recokin, dia ambilin tu dagangannya wat dimakan ato dibagiin ma temen-temen. Sumpah,, konyol banget tu anak. Lu pada ngerti ga kenapa judul gw Sahabatku Dia Hitam? Yaaaa emang karena warna kulit dia hitam. . hahahahahahahahahahahahaha,,,
Terima kasih telah membaca artikel: SAHABATKU DIA HITAM

