Tampilkan postingan dengan label INDONESyalala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDONESyalala. Tampilkan semua postingan

BRUTALISTIK

0 komentar
Kalau kita (baca: sesama orang yang beragama sama atau berbeda agama) tetap saja melihat pro dan kontra dari perspektif yang berangkat dari argumentasi teologis tentulah bahwa setiap jenis kesalahan harus disalahkan dan apabila kita diam melihat kesalahan berarti kita juga telah melakukan kesalahan.

Bila pro kontra yang timbul itu diselesaikan dengan benturan egoisme yang berasal dari argumentasi teologis masing-masing, maka pro kontra itu saya jamin tidak akan pernah berujung selesai. Namun bila kita sama-sama melihat dari sudut pandang bahwa setiap manusia mempunyai naluri menolak segala jenis kekerasan dalam bentuk apapun, dan dalam batasan apapun baik itu antar agama, antar suku dan ras, antar warna kulit maka sudah jelas bahwa kekerasan itu adalah tidak benar.

Apa kekerasan dalam bentuk agama adalah benar? Itu "agama siapa"?
Namun bila dalam menolak kedzoliman itu sudah sesuai dengan mekanisme ilahiah (lih. Social Control yang berasal dari wahyu) , seharusnya setiap umat beragama (apapun) harus mendukung cara-cara yang digunakan untuk menghancurkan kedzoliman.

Sampai kapan kita akan ditontonkan fenomena dimana hak dilawankan dengan hak?
Apakah kita lupa arti makna merdeka?
Bahwa, seseorang yang merdeka adalah seseorang yang melakukan sesuatu dengan tidak menyrobot kemerdekaan orang lain.

Klaten, 14 Februari 2012
Oleh Amin Bagus P


Terima kasih telah membaca artikel: BRUTALISTIK

AKU INI BINATANG JALANG

0 komentar
Saya memang sengaja menuliskan fenomena ini disaat kondisi masyarakat tidak dalam kondisi yang emosional. Tidak dalam kondisi para buruh demo meminta kenaikan upah minimum, mahasiswa demo karena mempertanyakan atau menggugat sesuatu permasalahan tertentu. Tidak dalam kondisi banyak pengguna jalan ngomel menerima macet karena para buruh memblokade jalan dan juga tidak dalam kondisi para mahasiswa yang berdemo menerima balasan dari para polisi dengan cara setting pengalihan jalan sehingga banyak penguna jalan digrebek oleh kemacetan. Bukan, bukan saat itu. Karena kalau pada saat itu banyak orang lebih fasih membicarakan kepentingan pribadi daripada kepentingan bersama. Karena pada saat itu sedang terjadi kontrakepentingan antar masyarakat. Dan kita pada saat ini sedang dalam kondisi pikiran jernih.

Entah kenapa kita masyarakat Indonesia yang jumlahnya sekitar 250 juta jiwa ini selalu saja dihadapkan dengan pilihan yang sulit untuk dipilih, seolah-olah kita menerima tradisi yang mengharuskan seseorang tidak mau berbicara di depan banyak orang, tidak mau berbicara dengan memegang mic lalu dengan lantang dan jelas mengeluarkan apa yang mereka inginkan. Masyarakat kita lebih senang menerima nasib namun bila nasib itu telah mendorongnya ke tepi jurang maka kekerasan menjadi alat paling canggih untuk bertahan agar tak terjatuh ke jurang

Indonesia modern kali ini di hadapkan dengan permasalahan yang seolah-olah sudah kacau balau. Kepentingan menjadi berhala paling ampuh untuk dipuja, elit politik mempunyai kepentingan bisa duduk terus di korsinya yang empuk lalu ketiban uang, pengusaha punya kepentingan agar usahanya bisa terus berjalan lalu berselingkuh dengan para elit politik. Sedangkan rakyat? Tergencet karena apa yang diterima sudah didesain sedemikian rupa oleh para elit politik dan pengusaha.

Bukankah kita sering melihat, demo buruh dimana-mana meminta pengusaha dan penguasa agar gajinya dinaikkan. Orang-orang di bima berkumpul meminta agar UU agraria yang sudah di sahkan di cabut oleh bupatinya, Demo-demo masyarakat dengan cara memblokade jalan sehingga terjadi kemacetan (Demi keadilan yang macet, mereka berbondong-bondong memacetkan jalan). Padahal kalau kita tahu yang terjadi adalah masyarakat diadu dengan masyarakat (kepentingan pendemo beradu dengan kepentingan pengguna jalan, kepentingan pendemo beradu dengan kepentingan para orang yang bilang anti kekerasan padahal dia juga tidak mau tahu kenapa seseorang itu berdemo). Karena masyarakat kebanyakan mengidap penyakit tak bisa  berkomunikasi, maka yang bisa mereka lakukan selain lempar batu, gontok-gontokan, bakar-bakaran hingga bunuh-bunuhan pun dilakukan dengan alasan agar keadilan bagi mereka itu bisa terwujud. Dan apabila yang mereka lakukan itu merugikan orang-orang yang tak senasib dengan mereka, orang-orang itu cukup bilang DASAR MASYARAKAT BODOH!

Chairil anwar pernah berujar kenapa kebobrokan ini ada, kenapa kekerasan ini ada di setiap orang yang sebenarnya menginginkan kedamaian, kenapa kecurangan ini ada, kenapa kebrengsekan ini ada, kenapa aksi tipu-tipu ini ada, kenapa kalian marah melihat orang lain memperjuangkan haknya, kenapa, kenapa dan kenapa?

KARENA - AKU - INI - BINATANG - JALANG


Klaten, 12 Februari 2012
Oleh Amin Bagus Panuntun


Terima kasih telah membaca artikel: AKU INI BINATANG JALANG

MANUSIA

0 komentar
Aku sudah mulai muak dengan kehidupan dunia semacam ini. Aku merasa sudah tak mampu lagi menahan diri menghadapi manusia yang mulai mati pikirannya. Sukmaku serasa sudah hancur tak karuan menghadapi manusia bodoh tetapi yakin, bagiku manusia semacam itu sama bahayanya dengan manusia-manusia yang merusak kebenaran.

Banyak orang-orang mengatakan "kita kehilangan kebersamaan, lupa mementingkan kepentingan bersama" tapi kenapa tiba-tiba kita selalu kembali ke kepentingan sendiri?
Aku sudah tak berdaya lagi menghadapi semua ini. Jalanku sudah mulai bopeng tak karuan. Otakku yang memang sengaja aku tempatkan di dengkul agar tak mampu merasa, kini sudah mulai mampu merasa. Aku mulai bingung mau ditempatkan dimana lagi otakku.

Tragedi manusia modern ini bukanlah kerena mereka makin sedikit tahu makna hidupnya, tapi karena manusia ini semakin tak peduli. Otak-otak kita lumpuh tak mau lagi diajak berpikir, otak kita sudah mulai malas bekerja. Otak kita digantikan dengan kepentingan, otak kita di intimidasi dengan semangat kapitalistik dan materialistik. Seolah-olah bila kepentingan kita terusik, kita punya HAK untuk marah besar dan memaki-maki. Namun bila kita menjalankan kepentingan kita dengan jalan mengusik kepentingan orang lain, kita cukup bilang "INI UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA"

Manusia, Manusia di kehidupan sekarang ini sudah mulai disiksa oleh ketidaktahuannya tentang tugasnya dibumi, tapi manusia ini tetap dengan riang melaksanakan tugas yang tak jelas itu. Aku sudah mulai tak yakin dengan kehidupan semacam ini. Manusia-manusia yang jalannya miring melihat sesuatu dengan jalan miring. Kita tak mau menegakkan diri kita untuk belajar agar tahu tugas kita. Orang-orang hanya melihat dengan cara separo-separo. Orang-orang sudah mulai lupa cara melihat permasalahan hidup secara utuh. Jalan kita sungguh sudah miring. Kita jadi manusia-manusia bopeng.

Manusia sekarang hanya karena permasalahan yang sepele emosi mereka bisa berubah-ubah seolah-olah mereka bukan dalang bagi dirinya sendiri. Mereka hanya jadi manusia-manusia plastik yang berjalan diatas aspal kepentingan. Mengendarai sikap kapitalistik dan menuju ke tempat yang disebut jalan materialistik. Semua diukur serba uang, seolah-olah uang sudah menjadi berhala, seoalah-olah kesuksesan sudah menjadi benda yang harus di miliki. Hanya untuk satu tujuan agar disebut orang berhasil, orang yang punya jabatan, orang yang pintar atau orang yang sukses. Kini, semua menjadi diukur serba benda.

Tuhan, bila sejarah ingin kau ulangi. Bila sejarah tentang air bah yang menutup daratan bumi kau munculkan lagi seperti di kisah nabi Nuh. Aku ingin KAU selamatkan guru-guru, budayawan, dan seniman. Biar mereka mulai mengolah kembali pola pikir dan akhlak anak-anak yang akan tumbuh menjadi dewasa. Lebih baik KAU beri cobaan kepada kami dengan bencana yang sebenarnya, daripada KAU coba kami dengan bencana keimanan semacam ini. Tuhan, kalau revolusi benar-benar kau kehendaki, aku ingin pintaku tadi terpenuhi. Itu saja...

Tuhan, aku sudah mulai muak dengan keadaan semacam ini. Orang-orang yang mau berpikir malah di caci-maki, di beri sumpah serapah oleh orang yang merasa lebih tahu padahal tak tau diri. Aku sudah mulai melemah tak berdaya, aku sudah mulai linglung dengan keadaan otakku sekarang ini.Tuhan, saya hanya ingin orang-orang tahu dan saya sendiri juga  memahami bahwa; cara untuk menyampaikan kebaikan hanya bisa dilakukan dengan menjadi orang baik. Bukan sekedar berjanji namun di ingkari. Padahal bila ingin tidak berjanji juga butuh janji.Tuhan, aku ingin semua ini berakhir...

Oleh Amin Bagus P
Pantai Yogyakarta, 31 Desember 2011
Menjelang pergantian Tahun
Terima kasih telah membaca artikel: MANUSIA

@AMINKECIL Lakon "Perang Batarayudha" (COP)

0 komentar
Kemarin saya memang tidak ikut demo, Tapi saya duduk bareng sama intel-intel yang bertugas. Saya tidak ikut upacara (lih : demo) karena saya punya sikap bahwa Demo saya lihat sebagai onani. Maksud saya bila kita demo tanpa ada kekuatan besar, dan tidak menghasilkan apa-apa artinya wajah demo menjadi tidak sakral. Dan akibatnya demo bukan lagi kekuatan yang bisa merubah kesalahan orang lain atau dalam bentuk kebijakan karena orang itu menjadi mau intropeksi atau kebijakan itu dikoreksi karena sebuah penyadaran. Bahkan bisa jadi demo sudah tidak ada artinya lagi karena masyarakat keseluruhan tidak memberikan dukungan.

Namun bagi saya, kemarin melihat teman-teman aktivis yang sedang demo adalah bentuk perasaan simpatik saya kepada Sondang Hutagalung terlepas dia melakukan ironi yang konyol. Namun saya melihat sikap dia adalah mampu menyulut perang, sekaligus simbol peperangan. Dan peperangan yang sebenarnya baru akan dimulai saat kita semua mau mengorbankan diri sendiri dengan berbenah diri. Menganggap diri sendiri adalah musuh yang harus sekuat tenaga dilawan. Karena diri sendiri itulah yang membuat kita permisif terhadap kesalahan-kesalahan, kebrengsekan-kebrengsekan, yang dilakukan diri sendiri, orang lain maupun pemerintah sebagai hal yang biasa dilakukan.

Sehingga itu yang membuat kita lupa bahwa kesalahan adalah kesalahan, kebenaran adalah kebenaran. Bukan sebuah pengakuan salah benar yang bisa di plintir-plintir. Sehingga membuat kita semua menjadi acuh sekaligus membuat kita memahami antara kebenaran dan kesalahan sama saja dan biasa saja. Kita sendiri tidak sadar bila itu semua membuat kita kehilangan makna bahwa membiarkan kesalahan sama juga dengan melakukan kejahatan.

***

Dalam cerita wayang, Perang Baratayudha yang memang telah di ramalkan oleh para dewa dari kahyangan dan disetting oleh Kresna. Perang antara pihak Pandhawa dan Kurawa. Perang antara simbol kebaikan yang diperankan oleh pandawa dan simbol kejahatan yang di perankan oleh kurawa. Semua itu bisa disebut takdir yang diciptakan para dewa bahwa hidup ini hitam dan putih dan juga diberikan takdir bahwa dalam perang baratayudha pihak Pandawa lah yang akan memenangkan peperangan, itu artinya kebenaran akan selalu menang.

Namun barangkali karena Kurawa itu memang sudah ditakdirkan untuk kalah, akhirnya Kurawa akal-akalan melakukan gebrakan-gebrakan politik, gebrakan-gebrakan amoral sekaligus membodohkan pihak lain, gebrakan-gebrakan memiskinkan pihak lain dan gebrakan-gebrakan yang super akal-akalan, yang sebenarnya adalah bentuk ketakutan bahwa dirinya akan kalah. Oleh karena akal-akalan pihak Kurawa tersebut akhirnya kehidupan kita tidak lagi hitam dan putih saja. Namun ada yang abu-abu bahkan bisa merubah warnanya tergantung lingkungan.

Akal-akalan itulah yang membuat kita tidak sadar bahwa kita sudah dininabobokkan, kita sudah di peti es kan oleh pihak-pihak kurawa (kejahatan). Akhirnya kita jadi bodoh, suka ikut-ikutan karena tidak bisa berpikir. Apalagi yang lebih parah adalah kita merubah warna tergantung lingkungan atau bisa disebut mencla-mencle, plintat-plintut, munafik. Kita jadi suka bilang salah saat berada di pihak yang salah, kita suka bilang benar saat berada di pihak yang benar. Kita jadi suka membiarkan tubuh kita digerakkan oleh sesuatu yang sebenarnya tidak bertanggung jawab dari dalam diri kita yaitu kepentingan dan hawa nafsu.

GORO-GORO

Kita bisa lihat, akal-akalan itu membuat kita merasakan jikalau antara kebenaran dan kesalahan itu berdamai. Asal ada uang kebenaran bisa terbeli. Yang salah bisa jadi benar karena hukum dapat dibeli oleh siapa saja. Keadilan bisa di tidak adilkan oleh kekuasaan yang menindas, Suara bisa dibeli dengan uang karena mereka butuh, dan tak ada suara bila uang juga tidak ada. Seseorang yang benar bisa disalahkan karena fitnah diobral macam diskon akhir tahun, koruptor dibebaskan, aktivis Hak Asasi Manusia dibunuh karena dianggap membahayakan, Presiden banyak aksi tipu-tipu namun dikemas dengan cara baru, dll. Bila kita tahu perdamaian antara kebenaran dan kesalahan yang dibuat-buat akan selalu menyakitkan.

Namun karena otak kita yang seharusnya bisa kita cuci biar bersih ini tidak kita ijinkan untuk dicuci. Karena bila otak kita bersih malah dikira kita gila, kita sok alim, kita sok suci, kita sok bersih. Karena kepalsuan itu memang kita pupuk sendiri menjadi suatu budaya yang mencemari budaya yang lainnya.

Saya sendiri menginginkan kalau perang Baratayudha itu benar-benar terjadi di kehidupan nyata kita. Sehingga pihak dari simbol kebaikan itu menang. Tidak ada lagi kepalsuan, kemunafikan, korupsi, plintat-plintut, kebodohan, kecurangan, kesombongan, sikap sok kuasa, kedengkian, kepelitan, kebrengsekan, dan sifat atau sikap-sikap yang mewakili kejahatan lainnya bisa kalah. Dia bisa hilang karena kita melawannya. Dan kita bisa sadar kalau musuh terbesar kita adalah diri sendiri.

Oleh karena itu kita selalu melakukan perang Baratayudha pada diri kita sendiri. Yang merasa masih bodoh kita lawan dengan belajar, yang masih tidak jujur kita lawan dengan melakukan kejujuran, dan lain sebagainya. Agar kehidupan kita di sini menjadi benar-benar terjamin. Dan Negara sekaligus bangsa ini bisa maju. 

Oleh Amin Bagus Panuntun 
Kamar, 9 dan 10 Desember 2011
9   Desember = Hari Anti Korupsi Sedunia
10 Desember = Hari Hak Asasi Manusia

 


 Contemporer of Puppet


Terima kasih telah membaca artikel: @AMINKECIL Lakon "Perang Batarayudha" (COP)

Kepada Hewan Qurban - Makna Sebuah Titipan

0 komentar
Ingatlah kalian dengan cerita nabi Ibrohim?

Orang tua mana yang tidak ingin memiliki seorang anak yang lucu. Ibrahim, nabi kita juga menginginkan hal tersebut. Namun setelah beberapa tahun tak kunjung dikaruniai sama Allah dia selalu berdo'a meminta kepada Allah, tak henti-hentinya dia berusaha dan berdo’a. Akhirnya, Dikaruniailah, dihadiahilah Ibrahim seorang anak, Ismail namanya.

Seperti halnya anak-anak yang lain, semua anak pasti disayangi, dikasihi,diberikan semua hal yang baik untuknya, agar anak itu tumbuh baik, tumbuh cerdas, tumbuh menjadi anak yang disayangi semua orang yang melihatnya.

Ya Tuhanku , anugerahkanlah kepadaku ( seorang anak ) yang termasuk orang - orang yang saleh . (QS 37 : 100)

Bukan hanya anak yang tumbuh baik, tumbuh cerdas, tumbuh menjadi anak yang disayangi semua orang yang melihatnya. Tapi Allah telah menghadiahi Ibrahim seorang anak yang sabar. Orang tua mana yang tidak bahagia bila memiliki seorang anak yang begitu sempurna perangainya sehingga disayangi orang lain pula. Cukuplah menjadi kebahagiaan semua orang tua di dunia ini

Maka kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. (QS 37 : 101 )

Namun, apakah ada orang tua yang mau kehilangan anaknya? Dan anak mana yang tidak bangga mempunyai orang tua yang amanah. Bapak yang amanah tepatnya, walaupun kejujuran itu menyakitkan. Walaupun kejujuran itu sama dengan harus membunuh anak semata wayangnya yan telah lama di idam-idamkannya, dan juga seorang anak yang tumbuh dengan segala jenis kebaikan lahir dan batin?

Kenapa hanya karena sebuah mimpi Ibrahim harus membunuh anaknya? Kenapa mimpi bisa menciptakan sebuah malapetaka? Bukan mimpinya… Namun mimpi itu perintah dari Allah. Bahwa segala jenis hal yang menimbulkan kesenangan harus bisa kita kendalikan, walaupun itu harus membunuh kesenangan tersebut karena Allah.

Maka tatkala anak itu sampai ( pada umur sanggup ) berusaha bersama - sama ibrahim , ibrahim berkata : " hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu . Maka fikirkanlah apa pendapatmu " ia menjawab : " hai bapakku , kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu ; insya allah kamu akan mendapatiku termasuk orang - orang yang sabar " .  (QS 37 : 102 )


Ini bukan hanya sekedar peristiwa seorang bapak yang akan meyembelih anak yang disayanginya karena sebuah mimpi. Namun ini adalah pelajaran bahwa segala sesuatu hal pembuat kesenangan harus kita korbankan untuk Allah agar kita termasuk golongan orang-orang yang beriman.

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya :
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian,
Kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
Ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
Dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan,
Seolah semua”derita” adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
Dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.

“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

Sebuah Puisi dari WS Rendra “Makna Sebuah Titipan”

Dan tak ada anak selain Ismail karena keimanannya harus merelakan disembelih oleh bapaknya sendiri karena Allah. Bukankah ini sebuah pertanda? Bahwa semua orang harus rela berkorban dan dikorbankan? Saat kita bisa makan, barangkali kita harus rela berkorban menyisihkan makanan kita untuk orang lain yang tidak bisa menikmati makanan sehingga perutnya melilit karena kosong tanpa diisi apalagi memikirkan gizi.

Saat kita memiliki harta yang telah memberikan kesenangan beberapa waktu, bukankah setelah kita menerima segala sesuatu dari pelajaran ini harus rela kita korbankan?

Sesungguhnya ini benar-benar ujian yang nyata. (lihat QS 37 : 106 )

Apakah Ibrahim dan Ismail tahu jikalau saat keduanya berserah diri  mau menyembelih disembelih, disaat ismail telah dibaringkan diatas pelipisnya, kemudian Allah menggantinya dengan seekor sembelihan yang besar? Tidak, Ibrahim dan Ismail tidak tahu kalau ini semua adalah ujian yang nyata.

Inilah pelajaran yang bisa kita ambil. Bahwa ada yang dikorbankan dan ada yang berkorban. Mengorbanka segala bentuk kesenangn yang telah kita peroleh hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Tidak hanya sampai disitu. Mari kita lihat. Jikalau orang tua yang menginginkan mempunyai anak namun tak kunjung mempunyai anak. Setelah mereka mempunyai anak kemudian harus mengorbankan anak yang disayanginya. Ini adalah pelajaran bagi kita, bahwa nyawa kita adalah milik Allah, dan kita hanya berhak menyembah kepadanya. Dan dia adalah orang yang memberikan rizki berupa anak maupun harta benda, karena Dialah yang Maha Kaya Raya.

Setelah kejadian ini, Allah memberikan sebuah karunia, kesejahteraan yang abadi dibawa mati. Diberilah kembali seorang anak setelah batinnya terkoyak karena kejadian tersebut.

Dan Kami beri dia kabar gembira dengan ( kelahiran ) ishak seorang nabi yang termasuk orang - orang yang saleh. (QS 37 : 112)

Namaya Ishak. Sempurnalah kebahagiaan Ibrahim setelah mengetahui makna sebuah titipan. Segala jenis pengorbanannya, keikhlasan dan kesabarannya diganti oleh Allah dengan diberikan kembali seorang anak yang bernama Ishak. Yang keduanya sama-sama menjadi nabi pada masanya. Setelah beberapa lama harus takut kalau tidak mempunyai anak. Namun do’a dan pengorbanany terhadap apa yang dia sayangi, terhadap apa yang beberapa saat telah memberi kesenangan olehnya harus dia korbankan.
  
Oleh Amin Bagus Panuntun
Klaten, 5 November 2011
Saat puasa Arofah




Silakan baca juga artikel terkait dengan sodakoh
Klik label Indonessyalala > Sodakohlah, Maka Kita Menjadi Kaya






Terima kasih telah membaca artikel: Kepada Hewan Qurban - Makna Sebuah Titipan

Sodakohlah, Maka Kita Menjadi Kaya

0 komentar

"Dan berapa banyak binatang yang tidak ( dapat ) membawa ( mengurus ) rezekinya sendiri . Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui" . (QS. Al Ankabut : 60)

Sesungguhnya Allah lah yang telah memberikan rezeki bagi siapa saja, bagi makhluk ciptaannya. Rezeki itu datang dengan sendirinya, tinggal kita mau menyambutnya atau tidak. Mari kita  lihat seekor cicak, makanannya adalah sesuatu yang bisa terbang, sedangkan cicak kan tidak bisa terbang. Bagaimana kita tidak mempercayai itu, bila fenomena itu benar-benar terjadi.

Apakah kita seseorang yang makan nasi harus menanam padi, mencangkul, kemudian menunggu beberapa lamanya, lalu harus menselepnya agar padi itu pisah dari kulitnya agar menjadi beras. Kalau begitu yang bisa makan nasi hanya seorang petani? Lalu bagaimana dengan seorang supir, seorang guru, seorang dokter, berarti mereka tidak bisa makan nasi? Ternyata beras itu yang dating kepada kita, dengan urutan-urutan tersebut. Beras itu dating dengan mobil-mobil dari jauh, dari sawah sampai ke pasar atau supermarket. Itulah Rezeki yang diberikan Allah SWT kepada kita. Rezeki kita telah diatur oleh Allah SWT, tinggal bagaimana kita menyambutnya.

Bagaimana jikalau kita sudah menerima rezeki dari Allah?

"dan belanjakanlah ( harta bendamu ) di jalan Allah , dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan , dan berbuat baiklah , karena sesungguhnya Allah menyukai orang - orang yang berbuat baik" . ( Al Baqoroh : 195)

Tentunya rezeki yang kita peroleh selain digunakan untuk menghidupi diri kita sendiri dan keluarga/ kerabat kita untuk memperoleh ridlo dari Allah maka langkah selanjutnya adalah :

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian , akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah , hari kemudian , malaikat - malaikat , kitab - kitab , nabi - nabi , dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya , anak - anak yatim , orang - orang miskin , musafir ( yang memerlukan pertolongan ) dan orang - orang yang meminta - minta ; dan ( memerdekakan ) hamba sahaya , mendirikan shalat , dan menunaikan zakat ; dan orang - orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji , dan orang - orang yang sabar dalam kesempitan , penderitaan dan dalam peperangan . mereka itulah orang - orang yang benar ( imannya ) ; dan mereka itulah orang - orang yang bertakwa" . ( Al Baqoroh : 177)

"Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan . jawablah : " apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu - bapak , kaum kerabat , anak - anak yatim , orang - orang miskin dan orang - orang yang sedang dalam perjalanan " . dan apa saja kebajikan yang kamu buat , maka sesungguhnya Allah maha mengetahuinya". ( Al Baqoroh : 215)

"( berinfaklah ) kepada orang - orang fakir yang terikat ( oleh jihad ) di jalan Allah ; mereka tidak dapat ( berusaha ) di bumi ; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari meminta - minta . kamu kenal mereka dengan melihat sifat - sifatnya , mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak . dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan ( di jalan allah ) , maka sesungguhnya allah maha mengetahui" .  (Al Baqoroh : 273)
 
Dan sumpah dan janji Allah lainnya yang terdapat dalam Alquran.

***

Terlepas dari perbedaan zakat, infak dan sodakoh. Barangkali kita selalu sebel kalau kenapa kita harus menyisihkan harta kita kepada orang lain. Karena menyisihkan harta kepada orang lain artinya kesempatan kita untuk menggunakan harta kita menjadi berkurang. Ya, memang secara matematis berkurang, tenaga kita berkurang, waktu kita hilang, dan lain sebagainya. Saya tekankan, mari kita STOP memiliki pengertian semacam itu.

Saya sedikit jelaskan kenapa kita harus mengatakan STOP! Karena Allah memang telah menjadikan sesuatu itu menarik dan membuat kita jadi tergila-gila sebagai ujian bagi kita. Namun apabila kita mampu mengekang diri kita untuk tidak memberhalakan segala kesenangan di dunia? Maka Allah akan mengganti kesenangan di akhirat (Surga). Karena kita menjadi seseorang pemenang karena kita adalah manusia-manusia yang teruji sekaligus sabar.

dijadikan indah pada ( pandangan ) manusia kecintaan kepada apa - apa yang diingini , yaitu : wanita - wanita , anak - anak , harta yang banyak dari jenis emas , perak , kuda pilihan , binatang - binatang ternak dan sawah ladang . itulah kesenangan hidup di dunia ; dan di sisi Allah - lah tempat kembali yang baik ( surga ) . (Ali Imron : 14)

dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu , dengan sedikit ketakutan , kelaparan , kekurangan harta , jiwa dan buah - buahan . dan berikanlah berita gembira kepada orang - orang yang sabar … (Al Baqoroh : 155)


Dalam surat al-baqoroh : 261 disebutkan.

perumpamaan ( nafkah yang dikeluarkan oleh ) orang - orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir , pada tiap - tiap bulir : seratus biji . Allah melipat gandakan ( ganjaran ) bagi siapa yang dia kehendaki . dan Allah maha luas ( karunia - nya ) lagi maha mengetahui. (Al Baqoroh : 261)

ALLAH BERJANJI : Sodakoh yang telah kita berikan akan menumbuhkan tujuh bulir, dan tiap-tiap bulir : seratus biji.

1 menjadi 7 dan 1 disetiap 7 bulir akan menjadi 100 biji.

Sebuah puisi dari saya untuk kita semua.

SODAKOH BUNGA-BUNGA

Dengan terlunta-lunta
Pikiran berat angan pun kabur
Mencoba menyebut Nama-Mu
dengan lirih...
Ya... Allah ... Ya ... Allah

Ya... Allah
Malam ini aku berkeluh kesah
Menerima penderitaan batin
dan jiwa yang kian sengasara,
Menerima dengan payah;
Memeluk, menggenggam
dan menyerah...

Datanglah sebuah pagi nan sunyi
kulihat dua burung di dahan mangga
mendadak linglung berkicau semaunya.
Menarik bunga-bunga yang kian layu
karena tidak disiram si empunya
menciptakan Hujan lebih pagi
dengan semprot PDAM yang kian lama
kian mahal harganya...

Kusebut Sodakoh bunga-bunga
Ya... Allah...
Apakah benar, bentuk asli dari keimanan
adalah sodakoh salah satunya?
Kusodakohi bunga-bunga
Biar dia puas minum dan makan
atas takdir...

Kusodakohi bunga-bunga
agar dia tak terlunta-lunta
agar pikirannya juga tak berat
sekaligus kabur.

Kusodakohi bunga-bunga
agar dia tidak berkeluh kesah
menerima penderitaan batin
dan jiwa karena tidak diperdulikan tuannya.

Sodakoh bunga-bunga
Pagi pun nampak lebih segar
karena bisik-bisik terdengar:
Bahwa dia akan berniat berdo'a
agar kita semua tidak merasa seperti biasanya.
  
Kamar, 10 September 2011

Sebuah pohon rambutan yang layu dan kekurangan air diselamatkan oleh Allah lewat seorang pemuda, yaitu dengan menyirami pohon yang terlihat mau mati itu. Setelah disiram apa yang terjadi, setiap hari pohon itu tumbuh dan semakin tumbuh, sampai pada waktunya dia berbuah. Dan tiap buahnya terdapat biji, dan bijinya akan tumbuh menjadi pohon rambutan baru yang akan kembali berbuah, dan seterusnya. Sodakoh yang dilakukan pemuda itu tadi telah berkembang dan memberi manfaat bagi pohon itu sendiri dan orang lain. Dan pahalanya mengalir untuk dirinya sendiri.

"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk , akan tetapi Allah lah yang memberi petunjuk ( memberi taufiq ) siapa yang dikehendaki - nya . dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan ( di jalan Allah ) , maka pahalanya itu untuk kamu sendiri . dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah . dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan , niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya" . (Al Baqoroh : 272)


Bagaimana bila kita mensodakohkan kepada sesame manusia yang membutuhkan? Kepada Istri kita, untuk pendidikan anak kandung kita, kerabat kita atau keluarga kita. Kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang fakir yang tidak meminta-minta, dan lain sebagainya. Sodakoh itu berkembang menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi semuanya. Karena saling kait mengait antara yang satu dengan yang satunya.

***

Tentunya Kebaikan Allah tidak hanya sampai disitu.

barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya ( pahala ) sepuluh kali lipat amalnya ; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya , sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). (Al An’am : 160)

Bukankah sodakoh sendiri adalah amal yang baik?
Bukankah menyingkirkan duri yang mengganggu dan bisa mencelakakan orang lain adalah amalan yang baik?
Bukankah menyapu lantai masjid juga amal baik?
Bukankah menafkahi Istri sekaligus anak adalah amal baik?
Bukankah berdo'a berdzikir adalah amal baik?
Bukankah Belajar juga amal baik?
Bukankah berda'wah juga amal baik?
Bukankah menjaga diri juga amal baik?
Bukankah bekerja dengan giat dan baik adalah amal baik?
Bukankah mencari rizki yang halal dan toyib adalah amal baik?
Bukankah berzakat atau berinfak adalah amalan yang baik?
Bukankah tersenyum kepada sesama adalah amalan yang baik?
Bukankah membuang sampah pada tempatnya adalah amalan yang baik?
Bukankah menyantuni anak yatim adalah amalan yang baik?
Bukankah memelihara diri sendiri adalah amalan yang baik?
Bukankah bekerja dengan jujur adalah amalan yang baik?
Bukankah berkata-kata baik adalah amalan yang baik?
Dan lain sebagainya…
Dan sungguh, itulah sodakoh?

Dan kita akan diganti 10 kali lipat besarnya oleh Allah. Dan sekali kali kita jangan takut tidak kebagian. Karena Allah adalah MAHA KAYA RAYA.

SEBAGIAN RIZKI YANG KITA PUNYAI ADALAH MILIK ORANG LAIN.

Memberi kepada orang lain adalah keharusan yang senantiayasa dilakukan kepada semua orang, baik dia punya maupun papa.

"Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya . dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan allah kepadanya . allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan ( sekedar ) apa yang allah berikan kepadanya . allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan" . (At Thalaq : 7)

Namun, dalam bersodakoh jangan sampai kita salah niat, antara syiar dan riya’:

"dan ( juga ) orang - orang yang menafkahkan harta - harta mereka karena riya kepada manusia , dan orang - orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian . barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya , maka syaitan itu adalah teman yang seburuk - buruknya ". (An Nisa’ : 38)

"orang - orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah , kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkan itu dengan menyebut - nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti ( perasaan sipenerima ) , mereka memperoleh pahala di sisi tuhan mereka . tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak ( pula ) mereka bersedih hati" . (Al Baqoroh : 262)

"perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan suatu yang menyakitkan ( perasaan sipenerima ) . Allah maha kaya lagi maha penyantun" . (Al Baqoroh : 263)
 
"hai orang - orang yang beriman , janganlah kamu menghilangkan ( pahala ) sedekahmu dengan menyebut - nyebutnya dan menyakiti ( perasaan sipenerima ) , seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada allah dan hari kemudian . maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah , kemudian batu itu ditimpa hujan lebat , lalu menjadilah dia bersih ( tidak bertanah ) . mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan ; dan allah tidak memberi petunjuk kepada orang - orang yang kafir" . (Al Baqoroh : 264)

Dan lain sebagainya.

***

Bila kita tahu, apa itu salah satu bentuk asli dari keimanan kita.

kamu sekali - kali tidak sampai kepada kebaktian ( yang sempurna ) , sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai . dan apa saja yang kamu nafkahkan , maka sesungguhnya allah mengetahuinya . (Ali Imron : 92)

SODAKOH ADALAH BENTUK ASLI DARI KEIMANAN KITA

Oleh karena itu. Agar hati kita tentram, damai, terhindar dari musibah, terhindar dari malapetaka, terhindar dari sakit, terhindar dari penyakit hati, dan terhindar dari kemiskinan. Maka kita sebagai seseorang yang beriman, Zakat, Infaq dan Sodakoh karena untuk memperoleh ridlo Allah SWT adalah sebuah keniscayaan.

Barangkali ada banyak sekali hikmah-hikmah yang belum bisa saya tulis dari hikmah sodakoh. Namun sodakoh secara spiritual mampu menngerakkan ekonomi kita menjadi lebih baik.

"Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, kecuali bertambah dan bertambah". (HR. At Tirmidzi)

di tulis oleh Amin Bagus Panuntun
"Konsep Sedekah dalam pandangan saya"
Klaten, 17 Oktober 2011

Silakan baca juga labels INDONESyalala > "Komunitas Anak Panah Indonesia" dan "Sedekah Kampus".









Terima kasih telah membaca artikel: Sodakohlah, Maka Kita Menjadi Kaya

KOMUNITAS ANAK PANAH INDONESIA (RUMAH Al - Ma'un)

2 komentar
Dengan menyisihkan sebagian rizki kita Rp 25.000,- per bulan atau seikhlasnya, kita bisa menyekolahkan anak-anak yatim dan kurang mampu masuk pesantren. Semoga berkah melimpahi kita untuk masa depan yang lebih asyik dan baik.

Dengan pembahasan yang sederhana :

Kenapa program ini perlu? tentunya bukan sekedar untuk mengisi waktu kosong dan sekedar iseng. Program ini didirikan dengan insyaallah pondasi yang kuat. QS Ar Rum : 39 menyebutkan secara inplisit "Sodakoh menjadi tanda bahwa dia orang beriman" dengan kata lain bisa kami sebutkan Sodakoh adalah salah satu bentuk asli dari keimanan.

Selain itu apa yang ingin kami harapkan? Meminjam istilah "Muslim Tanpa Masjid" (Kuntowijoyo) Kita umat Islam, umat yang lebih dari segalanya merasa menjadi bagian dari komunitas islam, kian lama kian hilang. Oleh karena itu sebagian dari orang-orang Islam harus memberikan solusi atas gempuran zaman yang kian bebas sekaligus kapitalistik semacam ini. Apalagi ditambah kita telah memasuki zaman pasca modren dimana kalau ini didiamkan maka nasib Islam dipertaruhkan.

Melalui pendidikan, program ini menjelaskan tentang dirinya sendiri. Pendidikan melalui pesantren yang setidaknya lebih mendisiplinkan seseorang daripada pendidikan formal biasa, yang lebih banyak kajian-kajian ilmu daripada pendidikan formal. Dan bukan berarti pendidikan formal tidak baik, namun melalui pendidikan ala pesantren ini diharapkan anak didik yang disekolahkan setelah selesai menimba ilmu mau kembali ke masjid, menghidupkan masjid, dan membuat masjid menjadi sebuah poros dalam sebuah bangsa.

Untuk saat ini (tahun2010/2011 dan 2011/2012) sudah ada 11 anak yatim/kurang mampu yang disekolahkan oleh para dermawan se Indonesia lewat komunitas ini. Semakin banyak dermawan muslim maka semakin banyak  anak yatim dan kurang mampu yang dapat disekolahkan di pesantren.

“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka” Al Baqoroh: 3

... Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim dan kamu tidak saling memberi makan orang miskin ... (Al- Fajr)

Al - Baqoroh : 261 - dst 

Mekanisme Donasi : Para dermawan bisa setor sejumlah uang (baik zakat, infaq/sodakoh, ataupun dana kolektif)

Setiap bulan pengurus akan mengirimkan laporan keuangan dan laporan perkembangan anak asuh dalam bentuk bulletin dan via email/pesan FB (bagi yang tidak terjangkau lokasinya bagi kami). Jazakumullah Khoiron Katsiron, semoga Allah Ta'ala menjaga kita semua dari fitnah dunia seisinya. Amien...
PESANTREN MITRA PENDIDIK (Sementara ini, Periode tahun 2010/2011 dan 2011/2012)
  1. Pondok Pesantren Islam ROUDHOTUN NASYI’IN. Dengan alamat: Jl. Masjid Besar Jatinom No. 125 Jatinom Klaten Jawa Tengah 57481 Telp. (0272) 337371
  2. Pondok Pesantren (Muhammadiyah Boarding School). Dengan alamat: Sangkal Putung Klaten. Samping Gor Glarsena Klaten, 57465 Telp. (0272) 325845 / 08174812905
  3. Pondok Pesantren Modern IMAM SYUHODO. Dengan alamat: Blimbing Polokarto Sukoharjo Jawa Tengah.


ANGGARAN PENDIDIKAN UNTUK BIAYA PER ANAK DIDIK
  1. Uang masuk dan SPP bulan pertama : Rp. 1.000.000/ anak 
  2. Uang Bulanan mulai bulan kedua : Rp. 250.000/ anak 
  3. Uang Saku perbulan : Rp. 100.000/ anak

Untuk lebih mudahnya bisa kepada Amin Bagus Panuntun (085713336242), nama akun FB : Mifrahi KiKi Soediro (085643211230)

Keterangan lebih lanjut silakan hubungi Amin Bagus Panuntun (085713336242)


Kalau ada yang mau promosikan program ini silakan. dan terimakasih.

KOMUNITAS ANAK PANAH INDONESIA (RUMAH Al - Ma'un)

Klik http://www.rumahalmaun.wordpress.com Untuk mengetahui situs resmi Rumah Al Maun.

Download Laporan keuangan KAPI bulan November klik disini.



Terima kasih telah membaca artikel: KOMUNITAS ANAK PANAH INDONESIA (RUMAH Al - Ma'un)

INDONESYANANA #3

0 komentar


Selamat Pagi adik-adik kecil yang lucu. Semoga kau tumbuh jadi anak-anak baik.

(foto diambil di daerah karanganyar, diwaktu pelaksanaan Bakti Sosial)

Terima kasih telah membaca artikel: INDONESYANANA #3

INDONESYANANA #2

0 komentar
Kita ada di sini karena pendidikan. Kita menjalani hidup bersama karena pendidikan. Kita bisa merasakan hadirnya Tuhan, itu karena pendidikan. Kita bisa merasakan kasih sayang karena pendidikan orang tua dari kita keluar dari perut seorang ibu. Kita bisa berbicara dengan baik, karena pendidikan. Kita bisa membedakan baik dan buruk, karena pendidikan. Kita bisa merasakan akhlak yang ada di aliran darah kita, itu karena pendidikan. Kita bisa merasakan kehadiran teman yang baik, kita bisa merasakan sahabat yang menyenangkan, itu semua karena pendidikan. Kita bisa makan, kita punya uang, kita menikmati listrik, kita bisa tersenyum, kita bisa tertawa, kita bisa bersedih, kita bisa segalanya, itu karena pendidikan. Kita bisa narsis di Facebook, kita bisa nulis di blog, kita bisa main di twitter. Itu semua karena pendidikan.

Betapa berharganya pendidikan, Bagaimana bila Adam dan hawa tidak mempunyai otak untuk berfikir, hati untuk berbagi, karena bila tidak ada itu kita tidak akan pernah bisa menerima pendidikan. Apakah kita akan ada disini, apakah kita tidak pernah berfikir bila kita tidak pernah menerima pendidikan kita semua akan mati. Kita semua akan bunuh-membunuh seperti Hewan. Tidak ada kasih sayang, tidak ada cinta, dan yang paling menyakitkan adalah tidak akan pernah ada pelukan seorang ayah atau buaian seorang ibu. Lalu bagaimana bila Muhammad bukan menerima ayat yang berbunyi Iqro'? apakah peradaban semacam ini bisa kita temui?

Sudah terlalu lama kita melakukan pengecaman pada kegelapan, mari kita bersama-sama menyalakan lilin itu, agar kita bisa menyaksikan perubahan.

Oleh karena itu Pendidikan adalah tanggung jawab setiap orang. Dan hari ini, betapa banyaknya orang yang memahami, bahwa mempunyai kemandirian untuk menjadi orang yang terdidik adalah keniscayaan. Dan banyak orang yang memahami bahwa memberi lebih baik daripada menerima. Setiap apa yang kita punyai, apa yang ada di otak kita, apa yang ada di hati kita, apa yang ada di genggaman kita. Harus kita berikan untuk kedamaian, kesejahteraan, dan masadepan peradaban manusia. Kepada mitra/teman, kepada sahabat, kepada keluarga, kepada Indonesia, kepada dunia. Dan Yang paling penting dari segala-galanya, ini semua Karena TUHAN semata.

Generasi Muda Harus Mampu Hadir Menginspirasi Semua Orang, Dan Sekaligus Mampu Menyalakan Lilin-Lilin yang Telah Padam.

*Buat Komunitas Mahasiswa Merdeka
Klaten, 9 agustus 2011
 
Terima kasih telah membaca artikel: INDONESYANANA #2

INDONESYANANA #1

0 komentar
Tiap anak muda selalu punya masa depan, karena mereka belum pernah merasakan masa lalu. Saat ini sudah jadi trend nya bila anak muda sekarang cerdas-cerdas dan punya mimpi yang besar. Bagi anak muda yang leha-leha dan sekedar iseng maka dengan sendirinya mereka akan kelabakan. Karena anak muda yang bekerja keras dan punya mimpi besar sekarang sudah jadi TREND.

Trend generasi muda sekarang ini adalah generasi yang sudah selesai membicarakan tentang dirinya. Lalu digantikan dengan generasi muda yang membicarakan tentang masa depan Indonesia. Yang ada di pikiran, perasaan dan perbuatannya adalah Masa depan. Entah itu di bidang akademik, politik maupun bisnis. Yang muaranya nanti adalah tanggung jawab sosial.

Bila masih ada anak muda yang diam tidak mau bekerja keras menggembleng dirinya, nanti seperti halnya dizaman serba fashion namun kita masih ga ngeeh soal fahsion. Kita disebut cupu karena kita ga mengikuti TREND. Dan Trend anak muda sekarang adalah menyiapkan diri, memikirkan, dan menentukan bagaimana Masa depan Indonesia.

Betapa hebatnya anak muda sekarang !!!

*Buat Komunitas Mahasiswa Merdeka
Klaten, 4 Agustus 2011
 
Terima kasih telah membaca artikel: INDONESYANANA #1

HUTAN RIMBA

0 komentar
Bila dalam sebuah komunitas, misal ada 10 orang dan kamu salah satunya. Lalu kamu mempunyai keterampilan tertentu atau kelebihan yang tidak dimiliki oleh 9 orang lainnya. Maka ketrampilanmu akan jadi bumerang.

Heiii...! kamu tidak perlu punya rasa kasihan atau bahkan idealisme, karena rasa kasihan dan idealismemu akan dimanfaatkan. Kenapa dimanfaatkan? karena mereka memang tidak tahu! Dan karena mereka tidak tahu maka mereka  tidak akan pernah tau betapa pentingnya ketrampilan dan kelebihanmu. Inilah akibat dari Model kapitalistik.

Itu semua karena mereka memang tidak pernah bisa peduli terhadap ketrampilan atau kelebihanmu, kemudian mereka akan menyakitimu. saat kamu sakit, mereka akan menginjak-injakmu kemudian membuangmu. Seperti sampah...! Inilah akibat dari model Materialistik.

Ya, SAMPAH !

Salah satu bentuk kesombonganku yang aku ketahui adalah mempunyai rasa "kasihan". Ya, rasa "kasihan" itu adalah kesombongan semu namun dalam bentuk melow. Dan sayangnya baru sekarang, menjelang aku umur 21 tahun aku sadar akan hal itu, dan aku sadar bahwa aku hidup di hutan rimba, buas dan kejam.

Dan aku juga mengerti kalau tidak selamanya idealisme itu berguna. Maka saat itu kamu jangan jadi kucing di dalam hutan rimba ini. Kamu harus jadi singa atau macan, kamu harus kuat, kejam terhadap diri yang melenakan, dan selalu siap menerkam terhadap kejelekan yang timbul dari prasangka-prasangka yang tidak baik.. Sebelum kamu di terkam, lalu dimakan.

Kamu tahu, baru saat ini aku mengerti kalau biar bagaimanapun kamu harus berubah. Dan arti berubah adalah mandiri. kamu tidak perlu lagi membutuhkan kepedulian orang, namun kamu harus memedulikan orang, Kamu tidak perlu lagi rasa kasihan orang, perhatian orang, namun kamu harus mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan. Bahkan kamu harus rela bila harus dilupakan oleh sejarah. Kamu harus bisa mencari makan sendiri. Dengan cara halal dan toyib.

Kamu hanya perlu satu, berusaha membuat Tuhan tersenyum, lalu keluargamu.

Kejam bukan, ya harus kejam. Karena ini adalah HUTAN RIMBA.

Ingatkah kamu dengan catatan seorang blakanis?
"Lawan dari kejujuran bukanlah kebohongan, namun adalah kepura-puraan. Pura-pura jujur atau pura-pura bohong".

Namun bila kamu merasa tahan? maka hiduplah dalam kepura-puraan. Dan aku tidak mau!


Oleh Amin Bagus Panuntun
Kamar, 3 juni 2011
Terima kasih telah membaca artikel: HUTAN RIMBA

9 Mei 2011

0 komentar
Tadi ada 2 temanku yang tag aku kalau dia nulis puisi. Ya aku suka, suka karena ada orang mau nulis. Apapun itu tulisannya, dan apapun itu jenisnya, tetap saja dia telah menulis. Karena saya selalu berpikir bahwa sastra adalah bebas. Tergantung dari kepribadiannya dan sejauh mana seseorang itu mengerti tentang apa yang ditulisnya.

Sebelum masuk kelas, seniorku tanya ke aku soal neoliberalisme. Aku katakan kalau aku itu tidak peduli. Yang aku tau dunia ini sekarang dikendalikan oleh pasar, ya tanpa sadar. Indonesia misalnya apa yang tidak tersentuh oleh pasar? semua hal tersentuh, pendidikan, rakyat, ekonomi, hukum atau bahkan negara indonesia itu sendiri. Bisa saya katakan kalau Indonesia sekarang telah mempunyai tuhan baru yaitu "mekanisme pasar". Jadi aku tidak peduli dengan Neoliberalisme, ya walaupun saya pernah mempelajarinya dulu. Tapi saya sekarang tahu, saya tidak mau lagi orgasme, sekali meletup lalu loyo.

lalu dia bertanya lagi tentang 10 agenda reformasi, saya katakan saya tidak peduli! yang saya pedulikan adalah bagaimana orang-orang disampingku itu bisa mampu maju. dan yang aku pikirkan adalah bagaimana teman-temanku mempunyai pengetahuan dan kepedulian. Jadi jangan harap kalau aku melakukan hal seperti yang sering saya lakukan dulu. Saya berbuat begini bukan karena saya inkonsisten seperti yang kamu bilang. Saya melakukan ini semua bukan karena saya plin-plan, tapi karena saya memang sedang menghadapi tantangan zaman yang berbeda atas apa yang ada di pikiran saya.

Bagaimana dengan indonesia selanjutnya kalau kamu begini? katanya. loohh, saya tidak peduli. Yang saya mau sekarang adalah bersatu, mahasiswa punya yang namanya common enemy (musuh bersama), ya tidak harus mahasiswa tapi semua orang. Tapi saat hal itu tidak terwujud, lebih baik saya bergerak sendiri memberikan pengaruh terhadap orang-orang yang mau terdidik dan terlatih. Ini bukan hal sepele memang, tapi tenang saja tahun 2014 saya yakin rejim ini akan berganti menjadi lebih baik. Diikuti dengan tahun selanjutnya, karena anak muda sekarang telah melihat ketidak pedulian dimana dia belajar, dan karena dia muak dengan ketidak pedulian itu maka mereka belajar untuk menjadi seseorang yang peduli.

Ini bukan berarti saya tidak idealis, tapi yang saya hadapi sekarang adalah tidak selamanya idealis itu berguna. Rasa-rasanya kamu juga merasakan apa yang sudah saya alami. tapi karena bacaan dan lingkungan kita berbeda? (kalimat filosofis yang tiba-tiba keluar dari mulut saya)

"Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta". (cuplikan puisi soe hok gie)

Lalu kami berbicara tentang cinta dan hal-hal yang sedikit mesum dan ternyata lebih menarik daripada bicara tentang itu semua. "yang bisa kita lakukan hanya bicara keporno-pornoan dan sedikit mesum untuk menghibur diri"


Terima kasih telah membaca artikel: 9 Mei 2011

Kebangkitan di bulan Mei

0 komentar
Mei layak untuk dijadikan moment terhadap segala jenis pembaharuan. Diawali dengan May day, sebutan bagi hari buruh, lalu hari pendidikan nasional, dan semua itu adalah saham bagi Hari kebangkitan nasional. Bukankah Mei adalah hari yang lengkap? sebagai start point segala jenis perubahan bagi Indonesia.

May day misalnya, seharusnya buruh bukan hanya dilihat dari sudut pandang budak. Buruh bagi akuntansi adalah semacam aktiva, karena mereka adalah aset. Jadi sudah tentu kita harus menolak segala jenis ketidakadilan yang memang diciptakan oleh pelaku-pelaku kapitalisme. Karena buruh itu sendiri adalah kekuatan yang dibutuhkan, tanpa mereka perekonomian tidak akan pernah jalan.

Itu penjelasan yang paling masuk akal, jadi tidak seharusnya ada diskriminasi terhadap kaum buruh kerah putih maupun buruh kerah biru, serta penerapan jaminan sosial yang diskriminatif, terbatas, dan berorientasi keuntungan.

Lalu kita melihat soal hari pendidikan. Kita tahu, pendidikan adalah sebagai sarana untuk memerdekakan manusia sejak dari dalam jiwanya. Pendidikan memang benar-benar instrumen penting bagi kemajuan masyarakat, Menjadikan masyarakat merdeka, mandiri, berkecukupan, terdidik, bahkan terlatih. Betapa pentingnya pendidikan bagi bangsa ini, sehingga carut marut pendidikan saat ini harus segera dihentikan.

Selanjutnya adalah Hari kebangkitan nasional. Yang namanya kebangkita itu maju! bukan malah mundur, segala jenis keadaan yang belum maju harus maju, itu Kebangkitan. Pendidikan harus maju, perekonomian harus maju, dan kalian bisa menyebutkan sendiri apa saja yang harus maju. Bukan malah banyak terjadi kejumudan, kemunduran, pecah, demoralisasi, degradesi, kepayahan, kebobrokan, kekeok-an bahkan kehancuran.

Rumah, 1 Mei 2011
Terima kasih telah membaca artikel: Kebangkitan di bulan Mei

Catatan Harian Kartini

0 komentar
Sebelumnya saya ingin jelaskan kalau saya tidak sudi menggunakan istilah wanita kepada seorang perempuan, karena artinya yang merendahkan. Wanita berasal dari kata: wani = orang; toto = hias; yang artinya orang yang dihias, hiasan. Sedangkan perempuan memiliki makna yang jauh lebih menghormatkan. Perempuan dari kata empu = pemilik. Jadi wanita adalah pemilik, yang dihormati. Jadi untuk selanjutnya hanya akan ada kata perempuan. (Ery goodreads) 

***

Seorang anak pertama kali hidup dengan udara kampung. Anak-anak yang berpikir bahwa hal yang menarik baginya dia lakukan meskipun itu dilarang.

Pernah karena bandel dan kebanyakan polah (bergerak gesit) saat bermain dengan adik-adiknya, dia dijuluki dengan sebutan Trinil. Entah apa yang ada dipikiran Trinil, yang jelas dia mencintai ayah ibunya dan menyayangi adik-adiknya, ini ditunjukkan Trinil pada saat bermain dengan adiknya yang pertama, mengayomi adiknya dan membuat senang adiknya. Bukan hanya itu, sikap seorang anak itu (Trinil) ditunjukkan secara sederhana lewat betapa senangnya dan gembiranya dia saat memiliki adik baru lagi. Bagi Trinil itu tandanya dia akan mempunyai teman bermain baru. Dengan sikap kepemimpinannya sebagai mbak (kakak) bagi adik-adiknya maka bertengkar adalah kegiatan yang jarang pernah terjadi antara seorang adik dan kakak.

Ayah yang begitu perhatian dengan anak-anaknya. Ayah Trinil beberapa kali mengajak anak-anaknya untuk berjalan-jalan naik kereta pergi ke kampung-kampung sebagai pembelajaran bagi Trinil dan adik-adiknya. Bagi Ayahnya hal ini merupakan pendekatan secara terarah agar puterinya kelak akan mencintai rakyat dan bangsanya, sehingga apa yang dilihatnya dapat tertanam dalam ingatan RA Kartini danadik-adiknya serta dapat mempengaruhi pandangan hidupnya setelah dewasa.

Karena Trinil merupakan anak bangsawan menunjukkan kedekatan dengan para londo (belanda) pernah suatu hari dia, dan kedua adiknya Roekmini dan Kardinah menikmati keindahan pantai bandengan yang letaknya 7 km ke Utara Kota Jepara, yaitu sebuah pantai yang indah dengan hamparan pasir putih yang memukau sebagaimana yang sering digambarkan lewat surat-suratnya kepada temannya Stella di negeri Belanda. Trinil dan kedua adiknya mengikuti Ny. Ovink Soer mencari kerang sambil berkejaran menghindari ombak, kepada Trinili ditanyakan apa nama pantai tersebut dan dijawab dengan singkat yaitu pantai Bandengan. Inilah awal kedekatan antara Trinil dengan Nyonya yang akan mempengaruhi kedekatan tulisan surat-suratnya kepadanya.

Bila kalian tahu TRINIL ADALAH RA KARTINI

Selang beberapa tahun pada usianya 12 an tahun kemudian setelah selesai pendidikan di EUROPASE LEGERE SCHOOL, RA Kartini berkehendak ke sekolah yang lebih tinggi dengan mengajukan lamaran beasiswa ke Belanda, Karena baginya pendidikan yang tinggi artinya merubah tatanan sosial. Namun timbul keraguan di hati RA Kartini karena terbentur pada aturan adat apalagi bagi kaum ningrat seperti dia bahwa wanita seperti dia harus menjalani pingitan. Akhirnya dia serahkan beasiswa itu pada H. Agus Salim.

ITULAH RA KARTINI

Kemampuan pendidikannya yang telah menunjukkan sikap-sikapnya serta jiwa kemanusiaan yang telah diajarkan ayahnya yang begitu membuat RA Kartini berbeda dengan wanita-wanita lainnya. Dia menjalankan Islam dengan Baik, dia sadar bahwa Islam adalah Kemerdekaan yang bertauhid. Seperti tulisan-tulisannya dalam surat-suratnya.

“Menyandarkan diri kepada manusia, samalah halnya dengan mengikatkan diri kepada manusia. Jalan kepada Allah hanyalah satu. Siapa sesungguhnya yang mengabdi kepada Allah, tidak terikat kepada seorang manusia pun ia sebenar-benarnya bebas.” [Surat Kartini kepada Ny. Ovink, Oktober 1900]

“Supaya Nyonya jangan ragu-ragu, marilah saya katakan ini saja dahulu: Yakinlah Nyonya, KAMI AKAN TETAP MEMELUK AGAMA KAMI yang sekarang ini. Serta dengan Nyonya kami berharap dengan senangnya, moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja MEMBUAT UMAT AGAMA LAIN MEMANDANG AGAMA ISLAM PATUT DISUKAI . . . ALLAHU AKBAR! Kita katakan sebagai orang Islam, dan bersama kita juga semua insan yang percaya kepada Satu Allah, Gusti Allah, Pencipta Alam Semesta" [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902]

"Bagaimana pendapatmu tentang ZENDING (Diakonia), jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta-kasih, bukan dalam KRISTENISASI? Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya . . . Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi JANGAN MENG-KRISTEN-KAN ORANG! Mungkinkah itu dilakukan?"
[Surat Kartini kepada E.C. Abendanon, 31 Januari 1903]

“Kesusahan kami hanya dapat kami keluhkan kepada Allah, tidak ada yang dapat membantu kami dan hanya Dia-lah yang dapat menyembuhkan…”

“Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu: Hamba Allah (Abdullah).”
[Surat Kartini kepada Ny. E.C. Abendanon, 1 Agustus 1903]

Atau Kemauannya untuk merubah Perempuan agar bisa kuat dalam menjalani kehidupan batin dan nyatanya.

"Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata "aku tiada dapat!" melenyapkan rasa berani. Kalimat "aku mau!" membuat kita mudah mendaki puncak gunung.

" Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. kehidupan manusia serupa alam” (Kartini - Habis Gelap Terbitlah Terang)

“Wanita dijajah pria sejak dulu. Dijadikan perhiasan sangkar madu.”

Kartini mencoba merubah budaya bahwa pendidikan bagi kaum perempuan itu perlu agar yang diurusi perempuan bukan hanya "Masak-Manak-Macak". Seorang Perempuan baginya harus mempunyai pendidikan yang baik.

***

Lalu kartini bersama suaminya mendirikan sekolah, sayangnya sekolah untuk orang orang yang mampu saja.

"Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, BUKAN SEKALI-SEKALI KARENA KAMI MENGINGINKAN ANAK-ANAK PEREMPUAN ITU MENJADI SAINGAN LAKI-LAKI DALAM PERJUANGAN HIDUPNYA. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama."
[Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902]

Dari surat diatas jelaslah bagaimana maksud Kartini bahwa perempuan harus mempunyai sikap KeIbuan. Secara gamblang secara wanita kekinian saya mempunyai pengertian bahwa seorang perempuan harus mempertahankan dirinya sejak awal, mengadvokasi dirinya sendiri. Seorang perempuan harus tumbuh dengan menjaga dirinya sendiri, dengan mengupayakan dirinya menjadi orang yang selalu mencari suplemen-suplemen ilmu, nutrisi-nutrisi keagamaan. Menjaga dirinya dari kekuatan-kekuatan dari luar dirinya yang negatif, dari ideologi seks bebas, ideologi fahsion, kebudayaan permisif (serba boleh), kebudayaan hedonis (serba senang-senang), dan lain sebagainya.

Semua itu dimaksudkan untuk mencetak seorang perempuan yang akan menjadi Ibu dari anak-anaknya, menciptakan anak-anak yang mempunyai iman yang tidak bencong, mempunyai anak yang mempunyai ilmu dan dekat dengan rakyat yang tertindas, anak-anak yang selalu membicarakan stop kemunafikan dan bersikap memperjuangkan kebenaran dan lain sebagainya. Karena semua itu berawal dari seorang IBU yang handal, yang berilmu pengetahuan yang baik, ibu yang solehah tunduk kepada Allah, dan segala kebaikan lainnya. Semua itu untuk kehidupan yang lebih baik. seperti cita-cita kartini.

Perempuan boleh saja mati
Tapi Ibu tidak
Perempuan boleh saja mati
Tapi Kartini tidak
Karena Ibu dan Kartini adalah Konsep. (Amin Bagus Panuntun)

***

Mari kita lihat soal kontemporer tentang wanita. Wanita sekarang sudah mempunyai persepsi lain tentang Kartini. Baginya hari kartini adalah sebuah ritual bahwa sehari ini kita telah tumbuh menjadi wanita yang bebas. Bebas menentukan saya akan berbuat apa, saya akan menjadi apa, saya akan berpakaian seperti apa. Andaikan Kartini masih hidup, barangkali dia akan menangisi keadaan saat melihat kebanyakan wanita sekarang. Wanita yang menjual dirinya secara murah dengan melakukan hal-hal yang murahan. Fenomena pacaran yang banyak mengarah ke zina, paham kesenang-senangannya yang terlalu berlebihan, kemauannya untuk mencari ilmu yang semakin lama semakin memprihatinkan, jiwa kemanusiaan yang lama-lama luntur dan lain sebaginya. Itu wajib kita waspadai bagi wanita manapun.

Saya membayangkan sebuah kondisi, dimana Perempuan-perempuan indonesia bangkit menjadi perempuan yang ke Ibuan dan ke-kartini-kartinian dan atau Ke Cut Nyak dien'an.

Oleh Amin Bagus Panuntun
Rumah 21 April 2011
Terima kasih telah membaca artikel: Catatan Harian Kartini