Tampilkan postingan dengan label SAJAK dan PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAJAK dan PUISI. Tampilkan semua postingan

PECAH-PECAH LAH KAU YANG MAMPU TERPECAHKAN

0 komentar
TOLOL
(7 Nopember 2009)

Ketakutan yang ku kira, tertawakan aku saat aku tenggelam.
Semua yang kukira, ternyata kini tak seperti adanya, mungkinkah kau melakukannya, disaat aku kelam dan tersudut.
Bahasa hati itu hanya dari mulut, atau dari sikap, atau dari mimpi kita yang sama ?
Atau kita hanya seperti dua orang tolol, aku menyesali masa lalu dan kamu menyalahkan masa lalu.
Dan kini aku merasa aneh saat cemburu atau saat malu.

MOMENT
(10 Nopember 2009)

Adakalanya aku menginginkan waktu itu
untuk tak membuat kau gelisah
Dengan tangisan dan masalahmu
Tapi aku hanya ingin bercerita disampingmu sayangku.
Bicara tentang lagu-lagu yang manis, atau berbicara tentang warna-warna yang indah diatas sana.
Bahagialah sayangku.
kau tak pernah menanamkan apa-apa, aku tak pernah kekeringan karena-nya.
Atau seperti halnya begini sayangku.
Waktu aku merenungkan dengan bertopang dagu dilutut hingga aku tetap saja tidak tahu bahwa aku merasa mengenang waktu itu atau tidak.
Keinginan ini, jauh lebih dalam untuk memutar kembali waktu.

Oleh Amin Bagus Panuntun

Terima kasih telah membaca artikel: PECAH-PECAH LAH KAU YANG MAMPU TERPECAHKAN

Peniup Cinta

0 komentar
Setangkai edelweis tak kian cepat dihinggap kupu,
Ku pulang padamu pada suara yang penuh samar,
pada suara yang gemetaran menghantar aku pada situasi
sendu kelabu hingga pilu yang juga tersamar.

Cinta bukan sembarangan lembah-lembah senang dan sengsara
cinta itu kosong, lembah-lembah yang karena angin jadi menderu
cinta itu satu, pada angin yang mendesir di kalbu.
Cinta itu bukan sekedar kamu dan aku,
cinta itu alam, cinta itu semesta,
cinta itu bukan difinisi,
cinta itu cahaya pada kuasanya pemilik matahari.
Cinta itu diskripsi, yang akan kita ketahui setelah kita menjadi pecinta.
Manusia, alam, tumbuhan, hewan, semesta, dimiliki Tuhan.

Cinta - rekahkanlah sekuntum kembang
bewarna dari yang tiada menjadi berbunga.

Oleh Amin Bagus P
17 Juni 2012

Terima kasih telah membaca artikel: Peniup Cinta

Dua Puisi Tanpa Nama

0 komentar
#1
SURAT

Kutulis surat ini
kala rintik gerimis yang ritmis
kutulis surat ini
kala angin membasuh nadi yang sepi

Selusin malaikat turun juga akhirnya
menyulut kelam dalam muram
menyala rasa dalam bahagia
menjadi kita berdua pada akhirnya

Kutulis surat ini
sebagai pertapaan yang sepi
digoda bidadari yang tak lagi asyik menari
kutulis surat ini
sebagai hiasan langkah-langkah yang mungil
diantara hawa malam dengan hujan yang gigil

Kutulis surat ini
senada dengan pesona
seirama dengan suara
sekeras dentuman kata
selembut kalbu-saat aku
menyebut namamu dalam tulisanku

#2
DALAM SEBAB

Dalam sepasang mata yang buta
Bukanlah batas yang ada dan tiada
Sebab yang jatuh, selalu bisa tersentuh
Sebab  cinta yang utuh, hadir tanpa keluh

Dalam sepasang telinga yang tuli
Bukanlah batas yang suara dan bisik
Sebab yang pergi, selalu mampu kembali
Sebab cinta yang suci, hadir tanpa benci

Lalu, dalam sebab apalagi
Aku harus mengulangi.
Bahwa dalam sebab apalagi
Namamu tlah seribu satu kali kuulangi 

Pada Sebuah Nama, 5 April 2012
@AMINKECIL

Terima kasih telah membaca artikel: Dua Puisi Tanpa Nama

SEPI

0 komentar
kau ini janji, merangkai sepi, lincah berkata
aduh... desir, pisau api, janji, kau selesaikan, dengan janji lagi.
aduuuuhhh...

Anjing menggonggong, khafilah berlalu.
Anjing menggonggong, Kau ngomong doang melulu.
Disini, makan janji, sampai batuk
Uhuk - Uhuk. Uhuk... Uhuk...
keluar darah...
Sepi, karena perut tak terisi.
Kau ini anjing,
Sepi, disuruh hemat lagi.
aku keki.

Badanku tinggal ini
(mencubit kulit sendiri)
sebentar lagi, aku bertemu juga
dengan ikrar masa
setiap ada kehidupan pasti akan ada kematian menghampiri
disitulah aku
dikematianku - sepi... sendiri lagi.
Karna aku ini sendiri, butuh kau beri
sedikit.... saja.

sedikit... saja?

Aku jadi berpikir, aku yang anjing
atau pemimpin kita yang anjing?
Aku jadi berpikir, aku yang goblok
atau masyarakat kita yang?
maaf...

Aku jadi takut, kapan aku merdeka
aku jadi takut, mengatakan, negri macam apa ini?
Aku jadi gemetar, kapan kau beri
sedikit.... debar.

Waduuh...
Aku jadi seperti macan ompong
bisa berbuat jahat, untuk mengisi perut yang kosong
tapi, Undang-undang bakal menghukum aku kalau ketangkap mencuri. Tak bisa merdeka... lagi.
Penjara... sepi.
Grasi? (ah, tak mungkin)

Waduuuh...
Jadi, Kapan, jadi aku menemukan rumahku lagi.
Sepi, presiden ku...
Sepi............!
membaca puisi dikamar mandi
ikrar janji?
Sepi............!


Oleh Amin Bagus P
@AMINKECIL
Klaten, 31 Mei 2012

Terima kasih telah membaca artikel: SEPI

INTERUPSI PAK KETUA!

0 komentar

Interupsi! Saya ingin bikin puisi pak Ketua!

Bila kata-kata penuh tipu daya
Kelihatan kan aslinya?
Mereka membodohi rakyat sedemikian rupa
karena kata-kata menjadi senjata para penghianat bangsa

Sungguh, Politik para Politiking
Aku ingin membasuhmu dengan puisi yang lebih penting
daripada kata-kata yang menggelinding
menjadi bercak darah yang jadi rating

Kamar, 31 Maret 2012
(Dibuat setelah melihat sidang paripurna DPR)

Terima kasih telah membaca artikel: INTERUPSI PAK KETUA!

Menikahi Bunga

0 komentar
bunga
kecup
canda
hidup
gembira
redup
cinta tumbuh
menjadi kamu.

Klaten, 28 Januari 2012
(Aminkecil, "Menikahi bunga")
Pagi
datang
siang
bertemu
senja
merona
malam
kasih
cinta tumbuh
tanpa ayah

Klaten, 28 Januari 2012
(Aminkecil, "Menikahi bunga")
kata
lembut
sapa
hanyut
hati
luruh
benci tumbuh
hancur sudah

Klaten, 28 Januari 2012
(Aminkecil, "Menikahi bunga")
Pelajaran puisi:

Contoh puisi diatas adalah beraliran ekspresionisme, jadi aliran yang mengutarakan cetusan jiwa secara langsung. Objek-objek yang di tampilkan hanya sebagai media pengungkapan yang bersifat alat saja.
 ***
Gelasku adalah bibirmu, seperti bayi yang mendapatkan sepi dalam tubuh ibu.

(Aminkecil, "Menikahi bunga")
Pelajaran puisi:

Puisi tersebut bisa disebut beraliran naturalisme atau simbolisme, artinya puisi tersebut bersifat kemesuman namun juga menyimbolkan makna.


***
Cintaku ke Ibu ku sebut Ibadah
Cintaku ke ayah ku sebut ibadah
Cintaku ke keluarga ku sebut ibadah
Pertemananku ku sebut ibadah
Pergiku dan pulangku ku sebut ibadah
Pencarian jati diriku ku sebut ibadah
Menyelesaikan masalah ku sebut ibadah
Ujianku ku sebut ibadah
Membuang sampah pada tempatnya ku sebut ibadah
Belajarku ku sebut ibadah
Pengorbananku ku sebut ibadah
Sajakku ku sebut ibadah
Cintaku untukmu ku sebut ibadah
Semua hal yang tak tersebut ku sebut ibadah
Sebelum ku lakukan yang kulakukan;
Maka tlah kulakukan yang Tuhan harapkan.
Yaitu Iman...

Klaten, 28 Januari 2012
(Aminkecil, "Menikahi bunga")
 
Pelajaran puisi:

Pemakaian gaya bahasa dalam puisi tersebut adalah repetisi gaya Epizeuksis, artinya kata-kata yang terpenting (ibadah) di ulang-ulang terus.

dan puisi ini masuk dalam gaya Epistrafora, artinya pengulangan kata di akhir kalimat.


***

 
Cintaku kepadamu yang berlebihan adalah kelemahanku,
Kata rindu menjadi cemburu, kata bangsat menjadi ajimat;
maka nafsu berakhir pilu.

Klaten, 28 Januari 2012
(Aminkecil, "Menikahi bunga")
 
 
 
 
 
 
Terima kasih telah membaca artikel: Menikahi Bunga

Men-Januarikan Januari

0 komentar
Sayang, dimana ya arah pantai itu.
Aku ingin rebut tanganmu dan duduk ditepi pantai
Kita yang setia menunggu air pasang lalu ombak membasahi kaki kita
Dia merambas menjadi cinta.
Yogyakarta, 1 Januari 2012
Di garis laut, senja kau bilang memesonamu;
Di pendar matamu, ku harap dia menjadi aku.
Yogyakarta, 1 Januari 2012
*Manusia Butuh Piknik

Bila kita bingung, bila kita linglung
tak tau apa yang harus dikerjakan
sedangkan hasil,
tak sesuai dengan apa yg kita harapkan

Bila kita suak, bila kita muak
Lalu memarahi orang yang
sedang mengukuhi keyakinannya
Padahal kita juga sedang mengukuhi
keyakinannya.

Artinya, Kita golongan
manusia butuh piknik.
Klaten, 1 Januari 2012
Akhir-akhir ini diotakku selalu ada yang bilang "cepat bunuh" berulang-ulang terus.
Aku jadi bingung, siapa.yang harus dibunuh.
Siapa orang itu?
Aku jadi sakit.
Solo, 2 Januari 2012
Aku harap demokrasi bukan hanya dimonopoli oleh politik. Aku juga butuh kebebasan seperti demokrasi untuk melihat kasihmu dari dekat, tanpa kau takut dan ragu tulusnya aku memimpinmu. Dari dekat...
Kamar, 2 Januari 2012
De do'akan ibuk ya|iya, tapi ibuk jangan lupa do'akan diri sendiri. Ibuk sering lupa kan?
Motor, 2 Des 2012
*madly in love

aku baru setengah-setengah;
padahal cuma butuh setengah simpatik lagi darimu agar yang setengah jadi utuh.
lalu apa jadinya hatimu?
Kamar, 3 Januari 2012
*Kamu

Setiap kali bertemu kusimpan bayangmu;
Sebagai persediaan bila rindu tak menemukan jalan pulang.
Kampus, 4 Januari 2012
"Bila kau cantik, cari yang unik"
Padahal ibumu bilang begitu padaku.
Apa kau benar-benar orang merdeka, sayang?
Kamar, 5 Januari 2012
(Mimpiku pingin punya stage buat baca karangan sendiri di depan orang banyak. Lalu tubuhku atau wajah, atau apalah kena shoot lampu panggung yang warnanya khas itu.
Mimpiku muluk, tapi kalau ga muluk bukan aku. Kalau ga mampu mimpi, aku pasti lagi sakit. Itu bahaya... Lalu, kapan bisa ke Eropa?
*Heh, kenapa kamu ga tepuk tangan?)
 
Pikiranku tak mampu lagi berpikir
Perasaanku tak mampu lagi merasa
keyakinanku tak cukup kuat untuk memilih
gerakanku tak cukup cepat untuk memulai
Intinya, aku ingin melihat sejatinya wajahmu
dari dekat.
Klaten, 7 Januari 2012
Ingin jadi semar dulu. Jasadnya diam sukmanya kemana-mana melihat kenyataan, ngobrol sama Tuhan dari dekat.
Ketemu Arjuna aku mlengos biar ga diajari jadi playboy, ketemu Bima aku lari biar ga ketularan main gebrak seenaknya, Kucari-cari Darmawangsa hanya untuk belajar menjadi pemimpin lemah lembut dan sejati.
Maaf mungkin tak bisa mengembalikan yg sudah terjadi, tapi maafmu bisa mencegah apa yg aku takutkan. Jadi, Perbaharui terus maafmu padaku. Biar langkahku tak takut...
 
Kata-kataku adalah semua yang tertulis dalam kalbu.
Kata-kataku adalah kata-kata yang dianggap oleh langit sebagai do'a diharibaanmu.
Kamar, 12/1/2012
Bapak
Ibu
Walau aku sering nakal dan buat kalian sedih.
Aku mencintai hati langit agar sayangku kepadamu
selalu dianggap Tuhan sebagai sentuhan pendermaanku.
Klaten, 12 Januari 2012
Yang berasal dari hati, akan masuk kedalam hati.
Di laweyan, khotib itu dah buat hatiku bersalah sama Tuhan. Terseok imanku di ujung sujud yang lama. Ya rabb ijinkan aku dengan sabdamu memperbaiki yang rusak ini.
Kita memang berbeda antara keduanya.
Seperti Sumandjaja yang menulis puisi Romantik pada "AKU"
atau Djenar Maesa Ayu yang menulis
eksploitasi tetek dan Memek.
Padahal mereka darah dagingnya.
Sabtu Pagi, 14 Januari 2012
Pada dasarnya yang kita lakukan adalah membicarakan kebrengsekan laki-laki dan wanita.
 
Terima kasih telah membaca artikel: Men-Januarikan Januari

Sajak Cinta ku dan mu

0 komentar
Sajak Cinta ku dan mu

Bukan seperti rasa cinta Adam dan Hawa;
Bukan seperti rasa cinta Sulaiman dengan Bilqis;
Bukan seperti rasa cinta Zulaiha dan Yusuf;
Bukan seperti rasa cinta Romeo dengan Juliet;
Bukan seperti rasa cinta laila dan Majnun;
Bukan pula rasa cinta Malin Kundang dengan Ibunya;
Bukan jua seperti rasa cinta Nobita dan shizuka.
Tapi rasa cintaku kepadamu, adalah rasa cinta
yang hanya dimiliki antara aku dan kamu;

Rasa cinta kita adalah Aksioma yang muncul
karena aku dan kamu.
Rasa cinta kita adalah azimat pemberian Tuhan
yang kita pakai karena aku dan kamu.
Lalu...
Rasa cinta kita adalah ba'iat yang kita ikrarkan
di baitul mukhadas.
Solo, 13 Januari 2012
Terima kasih telah membaca artikel: Sajak Cinta ku dan mu

Mengeja-eja Desember

1 komentar
Buku Filsafat di kanan kasur, buku politik di kiri kasur, buku porno di bawah kasur, buku sastra di atas kasur, buku agama buat bantal, buku mata kuliah di rak buku. Buku cerita wayang aku pegang.
Kamar, 4 Desember 2011
Gw pingin ikut pesta sama orang2 kurawa dan pandawa. Gw pingin menari di atas darah-darah korban konspirasi baratayudha. Gw pingin lihat balet dari rusia, sandiwara shakespare, drama dr bengkel teater, teater koma, teater merdeka, dll. Gw pingin melihat bareng sama bima dan dorna minum beer bareng sambil menghabiskan beberapa keping emas buat judi. Biar semua jenis kebenaran ga bisa ditelikung lagi gw lakukan kesalahan. Gw dah bosan kalau bidadari-bidadari yang ada di kahyangan keburu cuma ngliat yang ganteng2 tapi brengsek. Padahal Semar sering bilang "Bila Kau cantik cari yang Unik".
Kamar, 5 Desember 2011
I love the way you say simplify the problem.
Kamar, 8 Desember 2011
Pidato pengunduran diri sebagai Presiden ini saya sampaikan dalam bentuk lagu dengan nada Pilu.
Solo kota revolusi, 9 Desember 2011
Kejujuran matamu dek, itu cara paling efektif menyrobot pesona malam yang ghotic.
 
Klaten, 22 Nov 2011 > 9 Des 2011
 
Kopi, buku dan kamar, tanpa dia aku sia-sia.
Rumah lebah, 11 Desember 2011\
Kalau tangisanmu sudah merugikan orang lain. Sebaiknya kamu berpikir buat tidak mudah menangis. CC: Nurul Fitriana
Rumah, 11 Desember 2011
Tuhan ada di segelas susu
Rumah, 12 Desember 2011
Aku ga mau bawa bayang-bayang orang lain. Aku cuma milik Tuhan. If you love me, you will love GOD before me.
Rumah, 13 Desember 2011
Logika dan rasa berperang tentang kamu, kutanyai mentari pagi ini. Lalu apa jadinya?
Kamar, 15 Desember 2011
Jika hatimu dangkal, bagaimana mungkin aku tenggelam disana.
Kamar, 16 Desember 2011
Pagiku sudah pergi ke hutan dekat pantai. Lalu saling membacakan Puisi.
Hutan, 17 Desember 2011
Kopi malam ini jadi. Diam-diam kau kumasukkan dalam hati.
Rumah, 17 Desember 2011
Dan malampun berkelas, kudengarkan suaramu menyenandungkan kata-kata mengeja tentang keterbukaan, kebebasan, kemerdekaan. Sekaligus musik dengan alunan sonata disusul dengan biola.
Rumah, 17 Desember 2011
Aku butuh sesuatu yang absurt. Yang menjelaskan tentang musik yang dinilai dengan suara, tentang puisi yang dinilai dengan bahasa, dan lukisan yang dinilai dengan rasa.
Rumah, 17 Desember 2011
Di potret gadis cantik aku berdoa, munutup muka, lalu telinga. Akan ku dengar suara selain suaramu.
Delanggu, 18 Desember 2011
Kenapa aq suka jazz. Karena aq ga pernah mau repot2 ngapalin lagunya. Aq sudah bahagia bila menikmati musiknya, itulah harmoni.
Kamar, 24 Desember 2011
Orang2 macam kamu, hadir untuk menerima hadiah "You make my world so colourfull".
Kampus, 24 Desember 2011
*Perjalanan

Perjalanannya tak sampai-sampai
Padahal banyak hati yang tercecer.
Solo, 24 Des 2011
*Mehong

"hong" dia memanggilku.
Siapa aku, nama yang tak dilupakan oleh kawan lama.
Bakalan, 25 Des 2011 (teman SMP)
*Bangkrut

Sini sayang, kuajak kau melihat neraka dari dekat
Ada: Masyarakat yang dipopor senjata kepalanya
karena mencari nafkah dipekarangan rumahnya sendiri
Sentono, 25 Desember 2011
*Prosedur

Ada yang bisa saya bantu?
"Pak, anak saya dibunuh polisi"
Jadi soal pembunuhan anak ibu
sudah sesuai prosedur atau protap kami.
Sentono, 25 Desember 2011
*Kangen

Kangen memang bergantung
dengan nomormu yang terganti.
Berjarak waktu, berjarak lupa
kangen adalah waktu;
yang sedang pulang dari liburan.

Kamar, 25 Des 2011
*Tidur

Tuhan sayang...
ajari aku tidur malam ini
bersama kekosongan yang kini
dianggap menjadi suatu hal yang begitu romantis.
... Tuhan sayang...
ajari aku tidur!
Kamar, 25 Des 2011
*Ilalang malang

Bentar nak, tahan tangismu, jangan rewel.
Aku akan pergi ke hutan menebang ilalang panjang
siapa tahu disana aku menemukan ibumu
tergeletak hingga dia meminum
air susunya sendiri.
Klaten, 26 Des 2011
*Keyakinan

Mencurigai keyakinan kita sendiri itu perlu, berapa banyak orang kecewa karena keyakinan yang kita yakini salah.
Manahan, 26 Des 2011
*Lagu

Kadang kita nyanyikan Leaving on the jetplane
"So kiss me and smile for me. Tell me that youll wait for me.
Hold me like you'll never let me go"
Sayang, bernyanyilah dengan pilihanmu
Seperti kita pernah mesra
seperti dulu.
Kamar, 26 Des 2011
*Uang, tahta jabatan

Tujuan yang sebenarnya malah menghilang
diganti dengan tujuan yang lebih palsu
yaitu: menjadi budak pada tujuan kita sendiri.
"Selamat tinggal berhala kesuksesan".
Klaten, 27 Des 2011
*Manusia

Apa artinya menjadi manusia
Bila Mahasiswa tidak memperjuangkan
yang seharusnya diperjuangkan
namun malah melakukan untung rugi
dengan cara keji.

Apa artinya menjadi manusia
Bila Polisi tak mengayomi dan melindungi
namun malah mengkhianati dan menakuti.
Apa kita semua lupa, kamu yang baca!
"Tugas manusia adalah menjadi manusia".
Solo, 27 Desember 2011
*Lagu

Aku masih ingat nyanyianmu
dan kau juga membicarakan "Luluh"
catatan akhir tahun keduaku
aku akan mendengar suara selain suaramu.
Kamar, 28 Desember 2011
*Kong kali kong

Kong kali kong
Kong kali kong
Kong kali kong
Kong - kali - kong

Kong kali kong
Kong kali kong
Kong kali kong
Kong - kali - kong
Kurung, 28 Desember 2011
*Bayang

Namamu tak tahu
Siapa kamu, tak ku kenal
Pertama bertemu
bayangmu melekat dengan dangkal.
Benar, orang macam kita
menganggap perempuan yang
pertama kali dilihat selalu nampak cantik.
Solo, 28 Desember 2011
*Maka

Ku wakilkan pada aksaramu
"Memilih satu dari dua yang setara, tak mudah,
tapi memiliki keduanya juga bisa lebih parah"
Bagaimana bila, maka?
banyak hati, remuk sudah.
Kamar, 28 Desember 2011
*Manusia utuh

Yang disebut manusia-manusia kepala babi itu:
yang buang sampah sembarangan
sama yang bangga nyrobot antri orang.
Lainnya, kamu kan manusia utuh. Kamu lebih tahu.
Kampus, 29 Desember 2011
*Muhasabah

Kau ini bagaimana
Katanya menjunjung tinggi perbedaan
tapi tingkahmu menjelaskan bahwa
perbedaan itu tak ada.
Atau aku harus bagaimana?
Kamar, 29 Desember 2011
 
Terima kasih telah membaca artikel: Mengeja-eja Desember

Aku Harus Bagaimana?

0 komentar
kau bilang aku bodoh
tapi kau sendiri malah mencontohkannya
Kau bilang aku salah
tapi kau sendiri malah melakukannya
kau bilang aku kurang kerjaan
tapi kau sendiri suka nganggur tak karuan
kau bilang aku bangsat
tapi kau sendiri suka sesat

aku harus bagaimana

Kau bilang aku harus berfikir
aku berfikir, kau malah bilang kafir
kau bilang aku harus toleran
aku toleran, kau malah heran
kau bilang aku harus sabar
aku sabar, kau malah tak sadar
kau bilang aku harus patuh
aku patuh, kau malah bilang musuh

lalu aku harus bagaimana

ku ikuti kau, kau malah tak bergerak
ku lihat kau, kau malah bilang jangan hanya melihat
ku serahkan kau, kau malah bilang jangan diam saja
ku punya prinsip, kau malah bilang aku kaku

kau ini bagaimana

kau suruh aku damai, kau malah mengajak bertikai
kau suruh aku diam, kau tuduh aku apatis
kau suruh aku bicara, aku bicara malah kau kata-katai
kau suruh aku perang, aku perang kau malah pergi

Sebenarnya aku harus bagaimana
Atau kau yang sebenarnya bagaimana
Lalu sebenarnya kita harus bagaimana.

Kamar, 29 Desember 2011
 
 
Terima kasih telah membaca artikel: Aku Harus Bagaimana?

Kota Revolusi

0 komentar

Ada orang yang kelaparan dipojok
Ada anak yang miskin tak sekolah
Ada Penguasa yang takut
Ada Pengusaha yang menghalalkan apa saja
Ada penegak hukum yang menjual dirinya sendiri

Sesore tadi kalian jualan caci maki
Hanya ingin bertanya
"kalian mengayomi - melindungi
atau menghianati - menakuti"
banyak anak ketakutan
banyak anak kesakitan
banyak anak menerima kekerasan mental
di kupingnya mereka teriak
"Ibu kalian semua Lonthe,
sini... aku gagahi satu persatu"

(Seolah-olah tanpa kekerasan
sejarah tidak pernah ada
atau apakah kita tak ingin jadi pahlawan
yang dilupakan, mati karena revolusi)

Pernah suatu saat
di cerita pewayangan
sengkuni bermain curang dalam berjudi
yang membuat Yudistira kehilangan harga diri.
Kita lupa, segala jenis kebrengsekan itu
ujung-ujungnya kebangkrutan
Atau kita ingat bahwa
arjuna dan karna
yang sama anaknya dewi kunthi
harus berperang merebut harga diri

(Semuanya perang, tak ada kata damai
Kita lupa kalau kita bukan bhisma
yang tak bisa mati kecuali dirinya sendiri
yang menghendaki untuk mati.
Jangan pernah bertanya soal batasan
Batasan perang dan damai memang tak jelas
di negri ini)

Seolah-olah kalian yang salah
kalian di tuduh rusuh dan tak mau belajar
padahal dalam strategi perang
Pihak yang lebih memiliki kuasalah
yang akan menang.
seperti, Polisi di Bima
yang mengatakan
penembakan yang kami lakukan
sudah sesuai prosedur.
Hilang banyak nyawa.
Kita sering lupa.
ingat, kita bukan Bhisma.
Solo, 28 Desember 2011
Terima kasih telah membaca artikel: Kota Revolusi

Untuk Guruku Tercinta

0 komentar
Untuk guruku tercinta
Lama kita tak bertemu...
Apakah kau tetap sehat seperti dulu.
lalu, apakah kau sekarang juga belajar tentang
institusi pendidikan yang baru?
Sehingga pada murid-muridmu
pada pelajaran Bahasa Indonesia
kau bertanya tentang "Siapa nama-nama pemain Telenovela?"

Untuk guruku tercinta
Aku tetap ingin kau bertanya seperti dulu
Seperti saat kau bertanya kepadaku
tentang
"Siapa nama-nama penyair kita?"
Ku Jawab WS Rendra
hanya karena dia sering nongol di tivi
"Siapa nama-nama sastrawan kita?"
Ku jawab Putu Wijaya
hanya karena dia sering mendapat penghargaan di luar negri

Guruku tercinta
Kau pernah menyuruhku membuat puisi
Aku jawab tak bisa
Kau pernah menyuruhku membuat cerpen
Aku jawab tak ada untungnya

Aku rindu kepadamu...
tentang kau yang dulu berapi-api mengajarku
namun aku cuek
tentang kau yang dulu memotivasi
namun aku ejek
tentang kau yang dulu memberi
namun aku gengsi
tentang kau yang sedih
tapi aku jarang mengerti perasaanmu
guruku tercinta.

Guruku tercinta.
Kini ku tak seperti dulu, ternyata jawaban yang harus
ku jawab bukan hanya dua nama orang itu.

Untuk guruku tercinta...
Kutulis puisi ini dan membacanya
bersama angin lembah
di alam terkembang.
Untukmu...

Oleh Amin Bagus P
Kamar, 27 Desember 2011

Terima kasih telah membaca artikel: Untuk Guruku Tercinta

BERAYUN DIAYUNAN NOVEMBER

0 komentar
Pahala dan dosa milik Allah
Namun dosa-dosa diakali manusia
Dosa bisa kita buat jadi tak dosa
hanya dengan opini-opini dan argumentasi!

Kata-kata memang dibuat bercabang,
Biar kalau tertekan;
Kata-kata bisa jadi andalan.
Salah jadi benar, benar jadi salah 
Sesuatu yang lumrah

Ditelinga kita, bangsat bisa jadi ustadz
ustadz bisa diolah jadi bangsat.

Subulussallam, 22 November 2011 
Ada yang ceria memberikan hadiah dari uang negara, ada yang mempertontonkan kemegahan, ada juga yang mikir besok apa yang bisa dijual untuk beli beras. Kita memang sudah rapuh... Dari kesetiaan berbagi terhadap nuraninya ekonomi.
Kamar, 22 Nov 2011
 
Kau bilang belahan jiwa, dia bilang belahan dada.
Apa maksudnya...?

Di kesedihan aku menyanyi tembang asmaradhana
Tembang tentang cinta yang tak sampai
Di bawah bayang pepohonan yang tinggi
Di puisi sebagai ketegaran diri.
Kamar, 22 Nov 2011
 
Kejujuran matamu dek, itu cara paling evektif menyrobot pesona pagi yang ghotic.
Klaten, 22 Nov 2011
 
Aku pingin jadi semar, aku pingin jadi krisna. Saat tak ada atau ada cinta menyapa.
Klaten, 21 Nov 2011
 
Orang sering menolak untuk balikan, bila balikan sudah jelas obral murahan.
Klaten, 20'11'2011
 
Kalau kau masih ingat saja, coba kau cintai cintanya bukan orangnya. Bila orangnya tak ada, kau bisa miliki cintanya di orang yang berbeda.
Ngawi, 20'11'2011
 
Saat kita (aku) sering memutuskan untuk putus. Baru sekarang nyahok arti cara mengawali.
Ngawi, 20'11'2011
 
 
 
Terima kasih telah membaca artikel: BERAYUN DIAYUNAN NOVEMBER

Sajak-Sajak Bebal

0 komentar
Negara dalam keadaan bahaya. Mahasiswa demo, buruh demo, siswa tawuran.
Semua akibat mudah terprovokasi. Maluku bentrok, Papua berdarah-darah. Tak ada yang lebih bisa menjawab selain ekonomi yang lebih baik. Negara dalam keadaan bahaya.
Satu menit mendengar pidato, aku sudah kehabisan tenaga, aku tertawa terbahak2 karena ada pencari rumput dengan polosnya lewat begitu saja. Aku juga lelah sinis, saat ada mahasiswa bentangkan kata-kata di depan wapresnya. Kemudian di injak-injak panpampresnya.
Tak ada kata lain selain bebal. Rakyatnya bebal karena diam saja, mahasiswanya bebal karena tak doyan membaca. Elitnya bebal karena nurutin kemauan nafsunya, Presidennya bebal sebebal-bebalnya.
Apalagi aku, bebal tetap saja menulis aksara tak mengubah realita.
Inilah sajakku. Sajak-sajak bebal tanpa rekayasa.
***
Ada orang yang bilang, sudah ngapain mikir negara
Kan sudah di pikir presidennya?
Ghilaaaa

Terima kasih telah membaca artikel: Sajak-Sajak Bebal

Sajak "Bocah Cerdas"

0 komentar
Tiap kali murid-murid Ibuku datang ke rumah, aku merasa menjadi bagian dari mereka kembali.
Aku lihat mereka membawa buah, membawa anugrah.
Menunjukkan arah, kemana harus melangkah.

kusambut seorang bocah... gemati sama adiknya...
Teman-temanya berebut buah, dia memilih menjaga adiknya
Lalu, empati dari teman-temanya memberi kepadanya penuh ketulusan.
Bocah - kulihat kau datang pada gurumu.
Gurumu adalah Ibuku.
Ibuku adalah guru bagi kehidupanku yang sebenarnya.

Jam setengah dua, kau pergi dengan sepeda kecil satu sedel
Dibonceng adikmu separo untukmu separo.
Kulihat tak ada keangkuhan tak ada kecongkakan.
Kau lebih cepat belajar daripada orang-orang dewasa.
Lebih cepat belajar daripada orang-orang
yang hanya membaca dari buku namun jauh dari kehidupan.
Barangkali kesederhanaan dan kasihsayang dari orang tuamu lah
yang membuat kau memesonaku.

Bocah, tumbuhlah kau menjadi manusia tak separo.
Kubicarakan kau dengan ibuku.
Kubicarakan kau bocah cerdas.
Kubicarakan kau kelak menjadi Emas.

Kamar, 15 September 2011

Terima kasih telah membaca artikel: Sajak "Bocah Cerdas"

Sajak "Hakikat Air"

0 komentar
Air adalah raja. dia diciptakan Allah jauh sebelum manusia diciptakan.
Air menjadi bijaksana karena umurnya sudah tua;
Bumi - hewan, tanah - tumbuhan, laut - angin dan Manusia akan mati tanpa air;
Di sana, air adalah secuil nyawa...
Kekeringan telah menjawab bahwa kita adalah manusia hina.
Kemudian:

ku ketok pintu, tak ada yang menyaut.
ku ketok lagi, terdengar gemercik.
Ku gedor, kulihat mereka menangis;
Kekeringan membuat mereka
Bergantung pada kubangan air mata.
Air mata ... 

Bukankah kita harus
Belajar dengan;
Dua Mata,
satu rasa,
Dua telinga,
satu lidah,
Satu hidung - Satu Hati
Agar kita saling memanfaatkan

Saat kita tak percaya agama, kita tetap harus percaya Allah
Saat kita bosan dengan negara, kita tetap harus berjuang demi bangsa

kekeringan melanda, warga menderita;
Air...
Air...
Air...
Sajak untuk air...
Kubuat sajak ini
agar tak ada lagi air tak memberi.

Klaten, 13 September 2011 
Kamar, 15 September 2011

Terima kasih telah membaca artikel: Sajak "Hakikat Air"

SODAKOH BUNGA - BUNGA

0 komentar
Dengan terlunta-lunta
Pikiran berat angan pun kabur
Mencoba menyebut Nama-Mu
dengan lirih...
Ya... Allah ... Ya ... Allah

Ya... Allah
Malam ini aku berkeluh kesah
Menerima penderitaan batin
dan jiwa yang kian sengasara,
Menerima dengan payah;
Memeluk, menggenggam
dan menyerah...

Datanglah sebuah pagi nan sunyi
kulihat dua burung di dahan mangga
mendadak linglung berkicau semaunya.
Menarik bunga-bunga yang kian layu
karena tidak disiram si empunya
menciptakan Hujan lebih pagi
dengan semprot PDAM yang kian lama
kian mahal harganya...

Kusebut Sodakoh bunga-bunga;
Ya... Allah...
Apakah benar, bentuk asli dari keimanan
adalah sodakoh salah satunya?
Kusodakohi bunga-bunga
Biar dia puas minum dan makan
atas takdir...

Kusodakohi bunga-bunga;
agar dia tak terlunta-lunta
agar pikirannya juga tak berat
sekaligus kabur.

Kusodakohi bunga-bunga;
agar dia tidak berkeluh kesah
menerima penderitaan batin
dan jiwa karena tidak diperdulikan tuannya.

Sodakoh bunga-bunga;
Pagi pun nampak lebih segar
karena bisik-bisik terdengar:
Bahwa dia akan berniat berdo'a
agar kita semua tidak merasa seperti biasanya.


Kamar, 10 September 2011

Terima kasih telah membaca artikel: SODAKOH BUNGA - BUNGA

Sajak "Kutolak Kau Dalam Kata"

0 komentar
Minta maaf atas segalanya buat kau yang pernah menyayangi ku dalam kalbu,
namun ku tolak dalam kata.
Menyayangi dalam kalbu, menolak dalam kata.
Saat kau benar-benar marah dengan terdiam,
Kau sebenarnya telah memenangkan jiwamu dibenakku,
namun kau tak memilikiku dalam hari-harimu.

Di hatiku, kau telah memenangkan sebuah pertandingan
walau kau pergi dengan airmata.
Yakinlah padaku,
air matamu akan kunjung mengering
karena air matamu kuikhlaskan di tepian awan.
Dia jatuh bersama hujan yang tak sedikitpun
takut ketinggian.

Karna kau telah memenangkan hatiku
walaupun tanpa memilikiku,
itu adalah do'a untukmu
bahwa seseorang yang lebih baik dariku
telah menunggumu.
 
Kamar, 08 September 2011





Terima kasih telah membaca artikel: Sajak "Kutolak Kau Dalam Kata"

Perempuan Di Persimpangan Jalan

0 komentar
Sayu-sayu aku melihat bayanganku sendiri,
Sayu-sayu aku melihat bayanganku menyatu dengan bayangan itu,
Kita berjalan beriringan di lobi penuh kasih,
Menunduk. Semua nampak samar

Aku hilang, diculik mata
Ia mengharap sesuatu yang ada di ujung awan
Pada dinding-dinding penantian.

Ditempat matahari bersembunyi,
Terhempas angin menjadi demikian sakitnya.
Bergejolak, lalu tubuh ini menggigil tak karuan.

Perempuan di persimpangan jalan...

Edan, dipermainkan perasaan
Merangkak perasaan itu menggapai kangen.

Looh, bukankah kau masih linglung.
Cemas mengendap bagai siput
Kaku berjalan lesu dan minder

Aku datang...
Sebagai obat bagi jiwaku sendiri.

Oleh Amin Bagus P
Kamar, 15 Juli 2011

Terima kasih telah membaca artikel: Perempuan Di Persimpangan Jalan

Sebuah Puisi "Cinta Tanpa Tanda"

0 komentar

Manisku...
Aku datang bukan mencari pelampiasan,
aku datang sebagai sebuah penjelasan,
Aku hanya ingin menunjukkan kepadamu
soal, Cinta tanpa tanda.

Oleh Amin Bagus P
(Kamar, 11 Juni 2011)

Aku akan berusaha jadi bapak yang baik,
Berusaha keras mencukupi kebutuhan mu dan anak-anak.

Tidakkah kau tahu?

Aku bisa jadi bapak bagi anak kita kelak
Karena aku belajar, melihat cara ayahku
menyayangi adikku dan aku

Aku juga bisa jadi ibu bagi anak kita kelak
karena aku belajar dari ibuku.

Manisku, senja tidaklah lama
Malam datang semakin cepat
pergi tanpa kita sadar karena kita sama-sama terlelap
Pagi juga sebentar
Siang pun sebentar
Semuanya hanya sebentar

Sebentar...

Lihatlah aku, bagaimana aku?
Tutuplah matamu, bagaimana aku?

Cinta - Tanpa - Tanda

Aku mencintaimu bukan karena sebentar,
Aku mencintaimu karena aku yakin,

Kaulah jodohku...

Oleh Amin Bagus P
Kamar, 12 Juni 2011
 
Terima kasih telah membaca artikel: Sebuah Puisi "Cinta Tanpa Tanda"